100 Peserta Ambil Bagian Turnamen Catur Piala Walikota Langsa

| Share on Facebook

DSC_2118LENSAKAPUAS, LANGSA – Sedikitnya 100 orang dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh turut ambil bagian sebagai peserta Turnamen Catur Piala Walikota Langsa Ke-I.

Turnamen yang digagas oleh LSM Gajah Puteh tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang yang mewakili Walikota Langsa di Aula Cakra Donya Langsa, Jum’at (23/10).

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Alfian, SH Asisten III bidang pemerintahan Pemkot Langsa.  Walikota berpesan agar melalui turnamen tersebut bisa merajut persatuan dan kesatuan antara sesama serta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding.

Melalui Turnamen Catur ini juga, yang diikuti oleh peserta Se-Aceh merupakan ikatan sara persatuan dan kesatuan bangsa  dalam mewujudkan pembangunan di daerah  Aceh  dalam mensejahterakan rakyat Aceh .

Sementara, Direktur LSM Gajah Puteh, Sayed Zahirsyah selaku pihak penyelenggara mengatakan, tujuan pelaksaan turnamen adalah untuk mencari bibit baru atlit catur di Aceh dan Kota Langsa khususnya.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa perhelatan turnamen dimaksud  mengusung tema “Melalui olahraga catur kita wujudkan generasi muda yang tangguh dengan semangat persatuan dan kesatuan demi menyongsong pembangunan dan perdamaian Aceh.”

Ia menyampaikan, dari tema tersebut diharapkan para pemuda dapat merajut persatuan dan kesatuan dalam rangka menyukseskan derap pembangunan dan merawat perdamaian yang abadi.

Kemudian, dia menjelaskan bahwa melalui olahraga catur akan membentuk mainset pemuda yang berwawasan dan memiliki strategi dalam mempertahankan kesatuan, merancang pembangunan dan menata kehidupan yang lebih baik.

Dituturkan Sayed, pelaksanaan turnamen berlangsung sejak 23-25 Oktober 2015. Ada dua momen, lanjut dia, pertama HUT Kota Langsa Ke-14 dan Hari Sumpah Pemuda Ke-87.

Sayed juga berujar, titik fokus turnamen dimaksud adalah menyelaraskan pola pikir kaula muda dan masyarakat agar bisa bersinergi dengan penataan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kita harap melalui olahraga catur yang menguras pikiran, kesabaran dan strategi menjadi perlambang dalam menata kehidupan yang lebih baik. Apakah dibidang pertahanan, kesatuan, pembangunan dan perdamaian itu sendiri,” pungkasnya. (Alm)

(dibaca 308 X)