Polemik Karyawan Versus Manajemen PT. Steadfast Marine Pontianak

| Share on Facebook
rapat steatfast

Ket FotoKiri Atas : Rapat PK Steadfast dengan pimpinan PT. Steadfast, Kiri Atas : Pimpinan PT. Steadfast, Bawah : Anggota PK PT. Steadfast.

7 Pengurus PK Bakal di PHK 

LENSA KAPUAS. PONTIANAK – Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 28 huruf E mengatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan  mengeluarkan pendapat. Sedangkan dalam UU nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat BuruhKorwil SBSI Protes Disnakertrans Kalbar. Lanjut Baca ... » dijelaskan bahwa setiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat buruh, dan siapapun yang mengahalanginya dapat dipidanakan dan atau denda hingga 500 juta rupiah.

Namun peraturan yang sangat jelas tersebut belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh Pengurus Komisariat (PK)  Federasi Logam, Mesin Dan Elektronik (F. LOMENIK) PT Steadfast Marine Pontianak. Dengan dalih membawa pengaruh negatif, melakukan intimidasi, menyebarkan isu kepada karyawan lain, membentuk PK serikat buruh tanpa persetujuan perusahaan, merusak tatanan yang ada dan hal-hal lainnya perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kapal tersebut meminta kepada Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalimantan Barat sebagai lembaga yang menaungi PK PT Steadfast Marine Pontianak agar  PK itu dipilih ulang dengan mengikut sertakan karyawan lainnya. Celakanya lagi pengurus PK yang berjumlah sekitar 7 orang dengan masa kerja di atas 3 tahun tersebut  tidak akan diperpanjang kontraknya alias Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pernyataan tersebut disampaikan Rudi Logam beberapa waktu yang lalu (12/02/06)  di ruang pertemuan kantor PT Steadfast marine Pontianak. Rudi logam selaku pimpinan dan pemilik PT Steadfast Marine Pontianak didampingi General Manager (GM), HRD dan kuasa hukum perusahaan  kembali melakukan  rapat mediasi yang kedua dengan Tim Advokasi  Korwil KSBSI Kalbar  terkait pengajuan bipartit yang ditolak perusahaan.

”Saya tidak akan membiarkan siapa saja merusak tatanan yang ada di rumah saya, perusahaan ini sedang melalui tahap transisi, mereka pengurus PK ini telah membawa hal negatif dan menyampaikan isu-isu tidak  benar, saya tau itu,” kata Rudi. Ia pun meminta agar pengurus PK dipilih ulang agar semuanya  bisa berpartisiapasi untuk menjadi pengurus.

Padahal pengurus PK PT Steadfast Marine Pontianak telah memiliki SK dari DPP LOMENIK SBSIKorwil SBSI Protes Disnakertrans Kalbar. Lanjut Baca ... » dengan nomor : 019/INT/DPP F LOMENIK/SK/XI/2015 serta  tercatat di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pontianak dengan nomor : 2.219/08/DSTK-HI/2015. Sesuai peraturan yang berlaku awal pembentukan PK tidak memerlukan persetujuan pemiik perusahaan.Dalam rapat yang berlangsung alot tersebut Rudi Logam berulang kali mengelak bahwa dirinya tidak senang atas hadirnya serikat buruh dan meng-intervensinya agar tidakukan pemilihan ulang pengurus PK sesuai kemauan dirinya.

Tim Advokasi Korwil KSBSI Kalbar mempersilahkan perusahaan melakukan pemilihan ulang pengurus PK dengan catatan bahwa yang memilih adalah mereka yang telah tercatat sebagai anggota PK Lomenik pada perusahaan tersebut, “ perusaahaan harus sama-sama legowo ya jika nanti yang terpilih tetap pengurus yang sekarang,” pinta Idris Sitepu selaku bagian tim Advokasi korwil KSBSI Kalbar.

Ditemui beberapa saat setelah rapat mediasi jilid dua, Yayan Darmiansyah selaku ketua Pengurus Komisariat PT Steadfast Marine Pontianak  didampingi sebagian anggotanya mengatakan bahwa pernyataan pemilik perusaahaan adalah tidak benar. “Kesalahan kami sengaja dicari-cari perusahaan dan ini berlangsung semenjak kami menjadi pengurus serikat buruh, apapun yang kami lakukan adalah salah dimata mereka. Satu-satunnya cara menjegal kami untuk berjuang di perusahaan adalah PHK, dan kami sadari itulah perjuangan,” ungkap Yayan dengan nada tegas.

Yayan menambahkan bahwa pihaknya tidak gentar dengan ancaman PHK dari perusahaan, “ jika PHK tidak bisa dielakkan kami siap tapi bayar pesangon kami sesuai ketentuan perundangan yang berlaku, kami tidak mau nasib kami seperti kawan-kawan yang telah di PHK tapi ditawari pesangon hanya sebulan gaji dan perjuangan buruh ini tetap akan kami lanjutkan,” pungkasnya mengakhiri perbincangan (Fauzi)

(dibaca 380 X)