5 Hari Menghilang, Matius Tatak Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

| Share on Facebook

IMG_20160405_163013

LENSAKAPUAS, SEKADAU – Setelah menghilang selama lima hari, Matius Tatak (47) warga Dusun Jopo, Desa Cupang Gading, Kec Sekadau Hilir,  ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan mengapung di sungai.

Tatak yang diketahui menghilang sekitar Pukul 15.30 Wib pada Rabu (30/3) lalu itu,  terseret arus sungai hingga ke Berombang, Dusun Sungai Agung, Desa Mondi, Kecamatan Sekadau Hulu.

“Mayat korban sudah ditemukan sekitar Pukul 19.00 Wib di Berombang, Desa Mondi, pada Senin (4/4). Korban terseret arus deras Sungai Nanga Menterap,” kata Kapolsek Sekadau Hulu, Iptu S Sabar, Selasa (5/4).

Adapun kronologis kejadiannya, tutur Kapolsek, korban mandi di Sungai dengan arus sungai yang cukup deras, hingga terseret oleh arus. Setelah dilakukan pencarian oleh pihak kelurga dan warga desa setempat hampir sepekan, korban akhirnya ditemukan mengapung dalam kondisi sudah  tidak bernyawa dan hanya mengenakan celana dalam.

“Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dimakamkan sekitar Pukul 10.30 Wib di Dusun Jopo, Desa Cupang Gading,” ujar Kapolsek Iptu S Sabar.

Yangson, Camat Sekadau Hulu mengungkapkan, korban ditemukan oleh seorang warga Berombang, Dusun Sungai Agung yang saat itu hendak turun ke sungai. Saat itu, kata dia, warga tersebut melihat ada sesuatu yang mengapung tak jauh dari jamban miliknya.

“Antara Maghrib dan Isya, seorang bapak turun ke sungai itu yang pertama kali melihat ada sesuatu yang mengapung di hilir jambannya, ketika didekati ternyata mayat yang manusia dengan kondisi membekak,” ulas Camat.

Selanjutnya, kata dia, warga tadi langsung menginformasikan ke warga Dusun Jopo lainnya perihal penemuan mayat tersebut. Kemudian, mayat tersebut dievakuasi warga dari seberang dari Sungai Agung menuju Dusun Gedet dengan menggunakan sampan.

“Karena Gedet dengan Jopo lebih dekat, awalnya dibawa dengan menggunakan sampan. Setelah itu warga membawanya dengan menggunakan mobil pick up milik kelompok tani. Kondisi mayat masih dalam keadaan utuh hanya ada sedikit bagian yang sudah hancur,” ucapnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, terutama pada saat kondisi banjir air pasang seperti saat ini. “Kami sudah sering sampaikan kepada masyarakat terutama daerah yang dekat pesisir sungai untuk selalu waspada terhadap terjangan arus deras sungai. Terlebih anak-anak, supaya tidak bermain di sungai dan tidak menjadi korban,” tandas Camat Yangson.  (Joy/red)

(dibaca 341 X)