7 Fakta Soal Fenomena Alam Gerhana Matahari

| Share on Facebook

gerhanaLENSAKAPUAS – Fenomena alam gerhana matahari total pada Rabu (9/3) kemarin menjadi salah satu topik hangat yang menjadi headline sejumlah media di Indonesia. Pembahasan soal gerhana matahari total bukan saja jadi perbincangan masyarakat di wilayah perkotaan saja, namun menyebar hingga ke pelosok nusantara. Sejumlah provinsi di Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa, sehingga menjadikannya satu-satunya negara di dunia yang memiliki kesempatan menyaksikan fenomena langka tersebut di daratan.

Berikut ulasan seputar gerhana matahari total yang dirilis Lensakapuas dari laman esquire.co.id.  Seperti apa gerhana matahari total akan terjadi? Apakah benar dapat berisiko menimbulkan kebutaan? Berikut kami hadirkan tujuh fakta menarik tentang gerhana matahari total.

1. Gerhana matahari total terjadi dalam waktu singkat. Biasanya, proses terjadinya gerhana matahari total berlangsung selama dua hingga tiga jam. Namun, kondisi gerhana matahari yang mencapai fase penuh hanya terjadi paling lama sekitar tiga menit.

2. Gerhana matahari total akan tampak pagi hari di Indonesia. Dimulai dari zona waktu WIB, gerhana matahari total akan mulai terjadi pada pukul 06.19 WIB, lalu mencapai puncaknya pada pukul 07.21 WIB, dan selesai pada pukul 08.30 WIB. Sedangkan di zona waktu WITA dan WIT, gerhana matahari total akan mencapai puncaknya pada pukul 07.25 WITA dan 08.36 WIT.

3. Ada 11 provinsi di Indonesia yang dilintasi gerhana matahari total. Kesebelas provinsi tersebut adalah: Bengkulu, Jambi, bagian utara Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah (Sampit), Kalimantan Timur (Balikpapan), Sulawesi Tengah (Palu, Poso, dan Luwuk), Sulawesi Barat, dan Maluku Utara (Halmahera dan Ternate).

4. Gerhana matahari total dapat dilihat di Pulau Jawa. Cakupan pandang gerhana matahari total hanya dapat disaksikan sebanyak 50-60 persen di pulau Jawa, khususnya kawasan pesisir utara.

5. Lokasi terbaik menyaksikan gerhana matahari total adalah lapangan terbuka. Selain itu, dataran tinggi atau puncak bangunan tinggi yang tidak terhalang gedung adalah lokasi lain yang tepat untuk menyaksikan fenomena gerhana matahari total.

6. Gerhana matahari total menyebabkan kebutaan hanya mitos. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, cahaya matahari pada saat gerhana matahari maupun dalam kondisi normal sama-sama berbahaya jika memandangnya tanpa pelindung mata, seperti kaca mata hitam dengan lapisan anti UV.

7. Sebaiknya memandang gerhana matahari total di proses awal secara berkala. Gunakan kaca mata hitam, rol film, atau lembar foto rontgen untuk menyaksikan gerhana matahari total. Sangat disarankan untuk menyaksikan gerhana matahari pada proses awal secara berkala, beberapa detik menatap matahari dan beberapa detik menatap ke bawah. Selain itu, lebih baik tidak menyaksikan langsung proses berakhirnya gerhama matahari karena perrubahan gelap ke terang secara drastis dapat berisiko merusak retina, sekalipun sudah dilindungi oleh pelindung mata.

Gerhana matahari total di Indonesia akan menjadi salah satu atraksi wisata yang paling dinantikan di dunia pada tahun 2016 ini. Diprediksikan terjadi pada tanggal 9 Maret mendatang, gerhana matahari total tersebut ditulis oleh CNN Travel sebagai momen terbaik untuk mengunjungi Indonesia.

Lokasi terbaik untuk menyaksikan momen langka tersebut berada di pulau Sulawesi, yakni di pantai baratnya. Gerhana matahari total ini juga dapat terlihat di Malaysia, Singapura, pantai utara Australia, dan Hawaii, namun visibilitasnya tidak sebaik di Sulawesi. Selain itu, Sulawesi juga menawarkan hal lebih sebagai destinasi wisata, melalui pantai-pantainya yang cantik, keramahan penduduknya, serta pemandangan alam yang indah.

Gegap gempita tersebut bahkan telah dimulai dari sekarang, yakni dengan kian gencarnya pemerintah setempat menyiapkan diri menyambut momen gerhana matahari total tersebut. Salah satu kemeriahan menyambut momen spesial tersebut adalah Eclipse Fetival yang akan digelar di selatan Kota Palu. Festival tersebut nantinya akan menghadirkan pentas musik, DJ performance, layar tancap, dan bazar. (Red)

(dibaca 285 X)