Ada Konpirasikah Kasus Pengadaan Komputer Sambas ?

| Share on Facebook

 

Ridwan

Ridwan

Ridwan : Kita Pegang Bukti Rekaman

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Terdakwa kasus korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » pengadaan komputer Laboratorium Bahasa Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas Ridwan, mempertanyakan kinerja Penyidik Polres dan Kejaksaan Negeri Sambas, kenapa hanya dirinya sendiri yang ditahan dan menjadi terdakwa dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp620 juta itu sejak 20 Juni 2014 silam. “Saya dan kontraktor dijadikan tersangka, tapi ternyata hanya saya saja yang ditahan dan dijadikan terdakwa,” ungkap Ridwan didampingi kuasa hukumnya Pariaman, S.H. kepada LensaKapuas usai mengikuti sidang di kantin PN Pontianak belum lama ini.

Ia mengungkapkan, penetapan dirinya sebagai tersangka setelah pihak kepolisian  melakukan proses pemeriksaan (BAP) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan komputer tersebut.  “Dalam perkara ini, saya diperiksa tiga kali oleh Penyidik Polres Sambas, pada pemeriksaan ke-3 langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kemudian selama masa penahanan hanya satu kali dimintai keterangan sebagai saksi dari tersangka Amir Mahmud selaku Direktur CV Delta Mas,” ungkap Ridwan. 

Ridwan mensinyalir adanya konspirasi pihak-pihak tertentu atas penetapan dirinya sebagai tersangka.  “Saya  masih menyimpan bukti rekaman rapat, yang menyatakan kalau saya harus mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Ada rekaman buktinya, bahkan ada bukti- bukti lain yang bisa menyeret mereka,” beber Ridwan seraya memperlihatkan menyerahkan berkas dan kepingan VCD bukti percakapan para pihak itu.  

Atas ketidakadilan yang ia raasakan, PPK proyek yang saat ini ditahan di Rutan Kelas II B Pontianak itu meminta adanya perlakuan yang adil atas proses hukum yang sedang ia jalani. “Harus adil dan transparan, karena hingga saat ini sama sekali tidak terdengar adanya pihak CV.Delta Mas selaku kontraktor pelaksana proyek yang ditahan dan dijadikan terdakwa,” pinta Ridwan

Sebelumnya, Ridwan ditetapkan sebagai tersangka pengadaan 234 unit komputer clien dan 13 unit server dengan nilai Rp1,6 milyar dan dikenakan Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana kurungan 20 tahun penjara. (red)

(dibaca 1209 X)