Ahli Waris Klarifikasi Penyataan Kacab DAMRI Kalbar

| Share on Facebook

ELENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Menanggapi pernyataan GM Perum DAMRIDAMRI Konsisten Berikan Layanan Prima, Bus Royal Class Hadir di Kalbar Dengan Pelayanan Plus. Lanjut Baca ... » Kalbar, Sugeng BP pada salah satu media lokal di Kalbar, yang terbit pada, Jum’at (15/8) yang mengatakan bahwa belum ada warga yang datang  komplain langsung pada dirinya terkait kepemilikan tanah areal Kantor Perum DAMRI serta menyebut tanah dimaksud  tidak  bermasalah yang dibuktikan adanya dokumen berupa sertifikat kepemilikan yang sah, menyulut reaksi  ahli waris Amin Juleng.

Dengan membawa bukti-bukti dokumen, Rabu (27/8), belasan orang ahli waris Amin Juleng mendatangi kantor Perum DAMRI untuk menyampaikan perihal kronologis dan kedudukan tanah yang saat ini di atasnya berdirinya kantor jasa angkutan darat milik pemerintah tersebut:

Berikut rilisan kronologis dan pernyataan yang diterima LensaKapuas dari ahli waris :

  • Bahwa tanah DAMRI awalnya adalah milik Waji/Lodeng selaku pemegang sertifikat Hak Milik No. 479 dengan GS no. 4089 tahun 1997 seluas ± 1.300 m2.
  • Bahwa tanah Waji/Lodeng tersebut berada diatas tanah ahli waris Amin Juling yang mana perkara perdata melawan almarhum Abbas Ibrahim Putusan MA no.3237/k/Pdt/1993 dimenangkan pihak penggugat ( sudah inkra) maka tanah hak milik Swapraja no. 2416 tahun 1957 dengan ukuran panjang ± 185 m X lebar ± 18 m kembali menjadi hak milik ahli waris Amin Juling.
  • Sehubungan dengan lebar Swapraja no. 2416 a/n Amin Juling ± 18 M, sedangkan sertifikat Prona no. 479 GS. 4089 tahun 199z a/n Waji/Lodeng. Yang lebarnya ± 40 m ke arah utara, maka berarti melebihi hak ahli waris Amin Juling yang lebarnya hanya ±18 m berarti tanah prona yang dimiliki Damri berada di atas tanah Swapraja dan juga berada diatas tanah Abbas Ibrahim M37 yang masih berlaku sisa sebagian yang masih sah. Jadi jelasnya tanah kedudukan Damri sekarang bertumpang tindih dengan tanah swapraja No. 2416 a/n Amin Juling dan tanah Damri ini juga berada diatas M37 a/n Abbas Ibrahim.
  • Untuk itu  perlu dipertanyakan sudah benarkah perdamaian yang di buat antara Kuasa Ahli Waris dengan Waji/Lodeng yang mana penggugat pada saat itu mencabut mengeluarkan sertifikat M479 dari tuntutan dalam perkara sesuai dengan suratnya tanggal 14 september 2001 dengan bersamaan juga dibuatnya perdamaian tersebut pada tanggal 14 september 2001.
  • Perlu dipertanyakan juga apakah sudah benar perdamaian yang dilakukan tanpa sepengetahuan ahli waris Amin Juling.
  • Apakah sudah benar juga sertifikat prona no. 479 GS 4089 tahun 1957 berada di atas tanah yang sudah mempunyai keputusan MA/no.3237/K/pdt/1993 atas kemenangan ahli waris Amin Juling yang mempunyai kepemilikak tanah swapraja no.2416 tahun 1957.

Selepas menyampaikan pernyataan dan berorasi, keluarga ahli waris yag dikoordinir oleh Edi Ahmad Sutomo itu memasang sejumlah spanduk ukuran miini di depan plank papan nama kantor Perum DAMRI Kalbar. (novi)

(dibaca 769 X)