Ahok Ajak Lilis Peras Lie Phin Dalam Kasus Besi PT. KWI ?

| Share on Facebook
pengakuan saksi LILIS TJAHAJA dalam kasus besi PT. KWI

Ket. gambar : Kesaksian Lilis Tjahaja  pada persidangan kasus besi eks. PT. Kawedar Wood Industry (KWI) di Pengadilan Negeri (PN) Ketapang, Kalbar, Senin (12/1) /foto;suhardi

Lilis Tjahaja ;
“Ahok bilang sama saya, Kamu ikut aku aja. Bilang sama bu Li Phin bahwa besi itu kurang, kita peras kembali uangnya !”

LENSAKAPUAS, KETAPANG – Sebuah pengakuan mengejutkan keluar dari keterangan saksi keenam dalam persidangan kasus besi eks PT. Kawedar Wood Industry (KWI). Dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim, Senin (12/1) lalu, Lilis Tjahaja mengungkapkan bahwa dirinya sempat dibujuk dan dipengaruhi oleh Kasidi alias Ahok untuk mengakui bahwa timbangan besi kurang sebagai sarana untuk memeras Lie Li Phin. Pernyataan tersebut tak terlepas dari sorotan  sejumlah awak media yang sedang melakukan tugas peliputan. 

“Ahok bilang sama saya, kamu ikut aku aja, bilang sama bu Li Phin bahwa besi itu kurang,  kita peras kembali uangnya,” ungkap Lilis meniru ucapan Ahok kepada dirinya. Selain itu, kata dia,  ada tekanan lain dari pihak Kasidi alias Ahok (sebagai pelapor) dalam kasus tersebut yang membuat dirinya merasa terintimidasi. “Bahkan pihak pelapor juga membawa – bawa  nama group Hercules di Jakarta,” imbuhnya.

Kronologis singkat kasus Besi eks. PT. KWI 

Adapun kronologis singkat kejadiannya, Amin dan Lie Li Phin (pasutri) membeli besi eks. PT. KWI dari Jhony Wiriyanto (kuasa Direktur PT. KWI) secara borongan seharga Rp.11 Miliar dari penawaran awal Jhony Rp.12,5 Miliar. Kemudian setelah beberapa waktu, Amin dan Lie Li Phin menjual kembali besi tersebut kepada Lilis Tjahaja secara borongan senilai Rp.13 Miliar, dengan surat perjanjian Jual Beli  No: 007/SPJB/A-LT/VII/2014, pada 01 Juli 2014. Dalam transaksi tersebut Lilis Tjahaja baru memberikan DP (uang muka) sebesar Rp190 Juta dan beberapa lembar cek mundur. Belum lunas pembayaran Lilis Tjahaja kepada Amin dan Lie Li Phin, selanjutnya besi eks. PT. KWI tersebut oleh Lilis Tjahaja dijual lagi kepada Kasidi alias Ahok secara Tonase. Dalam transaksi tersebut, Kasidi alias Ahok telah melakukan pembayaran  kepada Lilis Tjahaja sebesar Rp5,5 Miliar.

Selanjutnya, setelah besi dimuat dan dihitung dengan sistem ‘Draf Tongkang’ oleh pihak Ahok, ternyata menurut pihak Ahok bahwa besi-besi tersebut jumlah Tonasenya tidak sesuai.  Merasa dirugikan, Ahok pun melaporkan  perihal tersebut ke Polres Ketapang dengan sangkaan melanggar Pasal 372 dan 378 KUHP. Atas dasar laporan tersebut, Amin dan  Lie Li Phin serta Lilis Tjahaja ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polres Ketapang.

Proses persidangan kasus besi eks. PT. KWI itu sudah menghadirkan enam orang saksi. Saksi keenam, Lilis Tjahaja, pada sidang, Senin (12/1) lalu, meminta untuk dihadirkan barang bukti. Sidang yang berlansung mulai Pukul 14.30 wib hingga Pukul 21.28 wib itu cukup menegangkan.  Hingga berita ini diturunkan, masih ada dua orang saksi belum disidangkan.

Writer : Suhardi
Editor : novi

(dibaca 1075 X)