Aidy : Sekolah dan Diknas Harus Tanggungjawab

| Share on Facebook
Ellysius Aidy, Ketua I GNPK Kalbar

Ellysius Aidy, Ketua I GNPK Kalbar (foto:novi)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Menyikapi aksi 2 siswi SMU Abdi Wacana Pontianak yang meminta sumbangan di pinggir jalan akibat tidak mampu membayar uang ujian menuai kritikan sejumlah kalangan.

Ellysius Aidy, ketua I Gerakan Nasional Perberantas Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Kalbar Bidang Penyidikan dan Penindakan GNPK Kalbar mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh kedua pelajar tersebut merupakan perbuatan yang sungguh tidak pantas dan memalukan. Pasalnya, disaat rekannya yang lain sedang mengikuti ujian, keduanya justru tidak bisa mendapatkan hak pendidikan yang sama, justeru meminta dengan mengenakan seragam sekolah sangat tidak wajar.

Untuk itu, ia pun meminta kepada pihak sekolah untuk  bertanggungjawab kenapa hal tersebut bisa terjadi. Semestinya, kata Aidy, pihak sekolah jauh hari sudah menginformasikan mengenai iuaran ujian, supaya siswa/i tidak kelabakan.

Ia menenggarai ada pihak lain dibalik aksi kedua siswi tersebut. “Itu harus diusut, siapa yang menyuruh mereka turun ke lapangan membawa kotak.  Itukan memalukan. Prinsipnya, seorang pelajar tidak wajar bawa kotak sumbangan seperti seorang pengemis,  bagaimana ketika sudah di masyarakat nanti,” ujar Aidy di sela-sela sidang di PN Pontianak, Selasa, 3 Desember 2013.

Kemudian, lanjut Aidy, kepada Dinas PendidikanDiknas Kota Tertutup, Ortu Bertanya. Lanjut Baca ... » Kota supaya memberikan tindakan kepada sekolah. Alasannya, menurut Aidy, siswa tidak boleh dikebiri haknya untuk mendapatkan pendidikan hanya karena tidak mampu membayar uang iuaran ujian. “Dana Bos itu kan ada, semestinya pihak sekolah memberikan keringanan dan toleransi waktu ataupun mencari solusi dengan cara lain, tidak dengan cara mengorban siswa seperti itu,” tegasnya. (novi)

(dibaca 657 X)