Akbar : Jangan Artikan KMP Berambisi Jadi Penguasa

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar AkbarIni Alasan Akbar CS "Blanat" Sariansyah. Lanjut Baca ... » Tanjung meminta masyarakat maupun elite partai lain tidak menganggap partai-partai anggota Koalisi Merah Putih terlalu ambisius mengincar kekuasaan. Ia mengatakan, Koalisi Merah Putih hanya melakukan apa yang diamanatkan dalam peraturan yang berkaitan dengan penetapan pimpinan DPR dan MPR.

“Jangan diartikan Koalisi Merah Putih ambisinya ingin menguasai atau ingin jadi pimpinan semata,” ujar Akbar seusai shalat Idul Adha di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Minggu (5/10/2014).

Akbar mengklaim bahwa keinginan Partai Golkar dan partai lain di KMP untuk menduduki kursi kepemimpinan semata demi kemaslahatan bangsa. Dengan cara tersebut, kata Akbar, KMP akan meningkatkan peranan dan fungsinya di DPR dan MPR.

“Semangat kami untuk menduduki kursi kepemimpinan tidak lain untuk mampu meningkatkan peran dan fungsinya (DPR dan MPR) dalam pembangunan nasional ke depan,” kata Akbar.

Pada Sabtu (4/10/2014) malam, sejumlah politisi elite koalisi merah putih berkumpul di kediaman Aburizal Bakrie, Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta, untuk membahas komposisi pimpinan MPR. Saat disinggung mengenai nama-nama yang dicalonkan menjadi pimpinan MPR, Akbar mengaku koalisinya belum mendapatkan nama yang pasti akan dicalonkan.

KMP telah berhasil mendapatkan empat kursi pimpinan DPR, yakni Setya Novanto (Golkar) sebagai Ketua DPR dan tiga Wakil Ketua DPR, yakni Fahri Hamzah (PKS), TaufikKurniawan (PAN), dan Fadli Zon(Gerindra). Satu kursi terakhir diberikan kepada Agus Hermanto setelah Demokrat juga mendukung paket pimpinan DPR yang diajukan KMP.

Koalisi partai pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla yang terdiri dari empat partai gagal melobi partai lain hingga akhirnya gagal pula mengusung paket calon pimpinan. Paket calon pimpinan harus mencakup lima orang dari lima fraksi berbeda. Pemilihan MPR pada Senin (6/10/2014) juga akan dilakukan dengan mekanisme serupa.

Sumber :kompas.com

(dibaca 549 X)