Akhiri Polemik & Jelaskan Kepada Rakyat Kalbar !

| Share on Facebook

demo zulAidy : Kalau Ada Yang merasa Dirugikan, Laporkan.

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Menyikapi polemik berkepanjangan dengan cara aksi protes yang tidak berkesudahan, pasca statement Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulkarnaen Siregar, yang menyatakan “…Orang yang udah goblok masih dipertahankan dan bukan orang Kalbar lagi” sebagaimana yang dimuat dalam pemberitaan salah satu media cetak di Kalbar tanggal 4 Nopember 2013, yang mana pernyataan tersebut ditujukan kepada Bride Suryanus Allorante, Kabid Cipta Karya Dinas PU KalbarHoree...e..e...Bride Bebas. Lanjut Baca ... » yang terlibat kasus NarkobaHoree...e..e...Bride Bebas. Lanjut Baca ... », April 2013 di Jakarta dan kritikan  terhadap proyek penanganan dana rekonstruksi dan pemulihan lokasi pasca bencana di beberapa titik di Kalbar melalui dana APBN 2011, membuat gerah sejumlah kalangan.

Seperti yang diungkapkan salah satu pengurus LSM Bersatunya Rantai Pemuda Khatulistiwa (BRKP) Kalbar yang juga Ketua I Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kalbar, Ellysius Aidy.

Ia meminta kedua belah pihak untuk segera menyudahi polemik yang tak kunjung berakhir itu. Menurutnya, tidak hanya Zulkarnaen yang harus meminta maaf, tetapi hal yang sama juga harus dilakukan Bride. “Yang seharusnya minta maaf itu Bride, karena sudah mengecewakan masyarakat Kalbar dengan tindak tanduknya. Wajar, kalau Zulkarnaen Siregar marah, karena dia merupakan wakil rakyat kalbar,” ujar Ellysius Aidy melalui pesan singkatnya Kepada LensaKapuas saat dimintai tanggapan terkait adanya aksi, Kamis, 05 Desember 2013.

Kedua belah pihak, kata Aidy, harus menyadari bahwa posisi mereka berdua adalah cermin yang harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, bukan sebaliknya. “Dengan kejadian ini, saya sebagai warga masyarakat Kalimantan Barat merasa resah juga, ini terjadi antara anggota legislative dengan eksekutif jadi tak kompak alias tak akur,” tukasnya.

Ia meminta agar masing-masing pihak bisa menahan diri dan tidak saling salah menyalahkan. Menurutnya, kalau misalkan ada yang merasa dirugikan bisa menempuh jalur hokum. “Kalau Bride merasa dirugikan, lapor ke penegak hukum, bukan melalui aksi demo.  Nanti kalau Zulkarnaen juga mengerahkan masa untuk demo juga, kan bisa gawat,” kata Aidy.

Hal tersebut ia katakan agar polemik tersebut tidak semakin memperkeruh suasana yang akhirnya bisa merugikan masyarakat Kalbar. “Kalau ada yang merasa dirugikan, lapor kepada penegak hukum ! Kita ini Negara hukum, jadi jangan bertindak semaunya,” tegasnya lagi.

Effect dari pengerahan masa, kata Aidy, sangat banyak dan dapat menggangu kepentingan umum. “Jalanan macet, orang mau kerja tidak tenang, masyarakat resah dengan pernyataan-pernyataan kedua belah pihak yang tidak ada gunanya. Coba mereka memikirkan di daerah hulu yang lagi banjir itu,” kata Aidy sedikit kesal.

“Seperti Zulkarnaen, kalau mau protes ke Bride, layangkan saja surat ke pimpinannya. Begitupun halnya dengan Bride, ia juga harus bisa memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada masyarakat Kalbar, sebagai pertanggungjawabannya secara moral tentang kejadian tersebut,” pinta Aidy.  (novi)

(dibaca 638 X)