Akses Jalan Tertutup, Warga Bongkar Paksa Pagar

| Share on Facebook

agg LENSAKAPUAS, PONTIANAKEdi Kamtono Optimis Menang Satu Putaran. Lanjut Baca ... » Warga bongkar paksa pagar pembatas, antara Kompleks Acisa Asri (Rt.1/Rw.3) dan Vila Sepakat (Rt.2/Rw/1) Jl. Parit Haji Husin 2, Kelurahan Bansir Darat, Pontianak Tenggara. Senin (19/08).  Alasan pembongkaran,  karena jalan tersebut merupakan akses masyarakat setempat.

Informasi yang dihimpun LensaKapuas. Permasalahannya berawal  ketika dibangun pagar  beton (batako) sebagai batas antara komplek Acisia Asri dengan Villa Sepakat yang dibuat oleh masyarakat komplek Acisa Asri (juli 2013), dengan alasan masalah keamanan kompleks. Puncaknya, senin pagi (19/08) terjadi  pembongkaran pembatas oleh 6 orang warga yang berdomisili tak jauh dari kompleks, dengan alasan batas komplek merupakan akses jalan masyarakat untuk keluar masuk yang dapat menghubungkan kedua belah komplek maupun masyarakat lain diluar komplek.
Menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka dilakukan mediasi oleh Aparatur kewilayahan setempat. Mediasi kedua belah pihak yang difasilitasi jajaran aparatur pemerintahan  dan aparat keamanan,  AKBP M Yesayas (Kapolsek Pontianak Tenggara), Kapten Kav Edi Darmadi (Danramil), Hamdani Lurah Bansir Darat, Ujang, Ketua RT.1/RW.3 dan Hendra, Ketua RT.2/RW.1  serta  warga masyarakat setempat menghasilkan kesepakatan bersama.
Adapun kesepakaatannya, tidak ada penutupan terhadap jalan yang telah dibongkar, apabila ada yang menutup harus memiliki dasar hukum berupa sartifikat tanah dan Kesepakatan bersama ini untuk disosialisaskin terhadap masyarakat di sekitar komplek agar dapat dimengeri dan tidak timbul kesalah pahaman.
Ditegaskan kembali oleh Kapolsek AKBP M Yesayas, bahwa kesepakatan yang diambil sudah sesuai Perda Kota Pontianak Nomor. 03 Tahun 2004 tentang Ketertiban Umum pasal 34, bahwa Kecuali atas izin Kepala Daerah Setiap orang atau Badan Hukum dilarang membuat atau memasang portal di jalan umum, membuat atau memasang tanggul pengaman jalan umum dan membuat atau memasang pintu penutup jalan serta perkembangan pemukiman penduduk dan keperluan sarana/prasarana jalan/gang yang dapat dilewati/tembus dari satu gang/jalan ke jalan/gang yang lainnya yang telah di sampaikan melalui Himbauan Camat Pontianak Tenggara Nomor 620/241/Trantib/2011 tertanggal 5 September 2011.
Ia pun berharap,  ketua RT kedua belah pihak agar dapat membuat surat pernyataan secara tertulis, supaya tetap terbukanya akses jalan yang menghubungkan kedua komplek tersebut dan menyampaikan kepada masyarakatnya untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dengan menggunakan falisitas umum milik bersama.  “Apabila masih ada warga yang akan melakukan penutupan kembali akses jalan tersebut , pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
(alam)

(dibaca 1036 X)