Aksi Mahasiswa Sambut Sumpah Pemuda 28 Oktober

| Share on Facebook
Aksi Mahasiswa Pontianak sambut peringatan Hari Supah Pemuda 28 Oktober (faoto:alam)

Aksi Mahasiswa PontianakUnjuk Rasa Solmadapar Buat Kapolda Baru. Lanjut Baca ... » sambut peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober (faoto:alam)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Berbagai eleman mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kalimantan Barat (ARKB) menggelar aksi unjuk rasa bertepatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober di Bundaran Tugu Digulis UntanAir Mancur Bundaran Digulis Untan, Perhias Wajah Kota Pontianak . Lanjut Baca ... » Pontianak, Senin, 28 Oktober 2013.

Dalam orasinya, ARKB  mengungkapkan  sejumlah persoalan genting yang terjadi di Kalimantan Barat.

Mulai sarana pendidikan  hingga infrastruktur di pedesaan sangat memprihatinkan, terutama di daerah perbatasan sebagai beranda depan NKRI. “Jika musim penghujan jalan susah dilalui. Masih ada 6 desa yang media transportasinya masih menggunakan sarana transportasi air,  ada sekitar 36 desa diantaranya masih belum bisa menonton televisi nasional, sehingga masyarakatnya lebih mengenal acara televisi luar negeri, seperti televisi Malayasia. Yang mampu menangkap sinyal televisi nasional baru 16 desa. Apalagi telekomunikasi, sekitar 39 desa di kawasan perbatasan Indonesia (Kalbar) – Sarawak, Malayasia tidak dapat sinyal dan 42 desa diantaranya terdapat sinyal meskipun masih lemah,” beber Gerry, Humas ARKB.

Kemudian mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditekankan pada tiga indikator, yakni ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. “Provinsi Kalbar berada pada posisi ke-28 dari 33 provinsi di Indonesia tingkat pengangguran Kalbar terendah dari provinsi lainnya di Pulau Kalimantan, tetapi tingkat kemiskinan paling tinggi,” ungkap Gerry.

Tingkat pengangguran di Kalbar, tambah Yunus, sekitar 5,44% atau lebih rendah di banding Kalimantan Selatan sebesar 6,36%, Kalimantan Timur 10,83%, Kalimantan Tengah 3,39% dan untuk tingkat kemiskinan di Kalbar sebesar 9,30%, Kalteng 7,02%, Kalsel 5,12 %, Kaltim 7,73%.

Aksi sedikit beda dari mahasiswa FKIP Untan Pontianak, melalui aksi seni drama perjuangan, berorasi dan membentangkan spanduk dan poster yang bertuliskan “ Bangga berbahasa Indonesia tingkatkan persatuan bangsa melalui peringatan gebyar bulan bahasa–HIMBASI FKIP Untan 2013”, Sejarah Bangsaku seiringan dengan bahasaku, Baktimu padamu Indonesia, Generasi Cerdas generasi cinta bangsa, Bahasa Indonesia Tuan Rumah di Negeri Sendiri dan Kibarkan Merah Putih tegakkan Bahasa Indonesia.

Selain berorasi dan mempertunjukan aksi drama teatrikal,  sebagian dari mahasiswa membagi-bagikan karangan kepada pengguna jalan A Yani Kota Pontianak sebagai tanda untuk mengenang kembali 28 Oktober sebagai Hari Besar Sumpah Pemuda. (alam)

(dibaca 801 X)