Aksi Wartawan PETA Kalbar Peringati Hari Pers Nasional 2016

| Share on Facebook

spanduk HPN 2016 & hut peta - Copy

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN), 09 Februari 2016, sejumlah wartawan Kalimantan Barat yang tergabung dalam Persatuan Wartawan (PETA) Kalbar pada Selasa (9/2), menggelar aksi simpatik di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura Jalan A. Yani I Pontianak.

Dalam orasinya, ketua umum PETA Kalbar Ahmad Madani, S.E.  mengungkapkan, kebebasan Pers ternyata masih terus diciderai oleh berbagai aksi kekerasan, kriminalisasi dan diskriminasi terhadap kebebasan Pers. Berbagai aksi nyata yang kerap menciderai kebebasan Pers tersbut, kata dia, tentunya akan terus berlanjut seiring pergantian waktu, apabila tidak segera dihentikan.

“Di Kalimantan Barat, dalam beberapa tahun terakhir terdapat aksi kekerasan, kriminalisasi, dan diskriminasi yang menimpa sejumlah wartawan ketika sedang menjalankan tugas jurnalistik yang diemban,” kata Ahmad.

Untuk itu, lanjutnya, Persatuan Wartawan (PETA) Kallbar, yang merupakan salah satu wadah perkumpulan wartawan yang ada di Kalimantan Barat, dalam menyambut Hari Pers Nasional 2016 yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan (PETA) Kalbar Ke-IV  menyampaikan 5 Pernyataan Sikap, yakni :

  1. Meminta kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Barat beserta jajaran di bawahnya, Lembaga Pemerintahan, Swasta, TNI, dan Polri untuk  mendukung kebebasan pers dan menghentikan segala macam bentuk dan perlakuan diskriminasi Pers
  2. Mengecam segala tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap Pers.
  3. Mengecam tindakan yang menyalahgunakan frofesi “wartawan” untuk melakukan pemerasan yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
  4. Meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Barat untuk mendukung kebebasan Pers, sebagai bentuk perwujudan demokrasi yang berkeadilan sosial dan humanis.
  5. PETA Kalbar bersatu bersama masyarakat untuk pembangunan Kalbar yang lebih maju, merata, transparan, dan bebas KKN.

“Tak ada kebahagiaan kecuali dalam keadilan, tak ada keadilan kecuali dalam kebenaran,” tandas Ahmad Madani.

Usai membagikan pernyataan sikap kepada masyarakat Kota Pontianak yang melintas di Jalan Protokol A Yani, Wartawan PETA Kalbar melanjutkan kegiatan anjangsana ke Panti Asuhan Nur Ilahi Pal V Kota Pontianak dan Panti Asuhan Anak Darul Falah Sei Ambawang Kubu Raya. (Novi/Syaiful)

(dibaca 196 X)

None found.