Alasan Sakit, dr. J.K Sinyor Gagal Dieksekusi

| Share on Facebook
Medie, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pontianak (foto:novi)

Medie, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pontianak (foto:novi)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Tim Eksekutor Kejaksaan Negeri Pontianak Gagal melakukan eksekusi terhadap Terdakwa dr.J.K.Sinyor M.Q.I., mantan Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Dr. Sudarso Pontianak pada Kamis (28/11/2013) pekan lalu.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pontianak, Medie menjelaskan bahwa eksekusi terhadap Terdakwa dr. J.K Sinyor M.Q.I  tidak dapat dilakukan karena kondisi yang bersangkutan saat memenuhi panggilan Kejari kamis (28/11) kemarin dalam keadaan sakit. Namun, ia memastikan dalam waktu dekat Tim Eksekutor akan segera akan melakukan eksekusi. “Kalau tidak ada halangan dalam waktu 1 atau 2 bulan ini (dieksekusi),” kata Medie saat dikonfirmasi LensaKapuas di ruang kerjanya, Senin, 02 Desember 2013.

Medie menuturkan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti sudah berapa kali pemanggilan terhadap Terdakwa, sebab ia baru bertugas beberapa bulan di Kejari Pontianak.”Sebelumnya saya bertugas di Kalimantan Tengah,” tukas Medie.

Ia pun enggan berkomentar banyak mengenai alasan lambannya Tim Eksekutor melakukan eksekusi terhadap Terdakwa. Namun, kata Medie, sesuai ketentuan, seharusnya eksekusi dilakukan segera setelah diterimanya Salinan Putusan dari Mahkamah Agung cq Panitera Pengadilan Negeri diterima. Hal tersebut ia katakan mengingat berdasarkan Salinan Putusan MA atas nama Terdakwa  telah keluar sejak tahun 2009 silam.

Berdasarkan Salinan Putusan MA Nomor 105 K/Pid.Sus/2009 yang diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Rabu, 13 Januari 2010 dan diketuai Suwardi, S.H. dan Prof.Dr.Komariah Emong Sapardjaja, S.H. dengan Panitera Pengganti Henny Indriyastuti, SH.M.Hum.  Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa : dr.J.K. SINYOR, M.Q.I.

Ia didakwa telah melakukan perbuatan secara berturut turut sehingga dapat dipandang sebagai suatu perbuatan yang berlanjut, yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu Korporasi .yang dapat merugikan keuangan Negara atau Perekonomian Negara C.q.Rumah Sakit Umum (RSUD) Dr. Sudarso Pontianak sebesar kurang lebih Rpl,253 Milyar pada saat menjabat Direktur RSUD Dr. Soedarso Pontianak, Desember 2001 s/d Maret 2004 silam. (novi)

(dibaca 833 X)