Andik Ditawari Cornelis Ke Camar Bulan dan Tanjung Datok

| Share on Facebook
skma-tandatangan

Caption FOTO: Gubernur KAlbarApel HUT RI Ke-68, Gubernur Jadi Inspektur Upacara. Lanjut Baca ... » CornelisApel HUT RI Ke-68, Gubernur Jadi Inspektur Upacara. Lanjut Baca ... » menerima kunjungan Raden Andik Jaya Prawira (73) bersama Alumni SKMA Kalbar.di Ruang Kerja Gubernur KAlbar, Kamis (3/11).

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH ingin agar hutan di Kalimantan tetap lestari, termasuk pulau – pulau terluar, sehingga terbebas dari tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab yang merusak hutan sebagai paru-paru dunia. Sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) ia juga meminta supaya masyarakat Kalimantan, khususnya dayak, tidak hanya diminta menjaga hutan, namun harus ada pemberdayaan, sehingga mereka tidak menjadi objek tontonan dan dianggap primitive. Hal tersebut juga akan disampaikan Cornelis yang akan pidato di Forum Internasional di Maroko pekan depan.

“Kami ingin masyarakat dayak di Kalimantan tidak hanya menjaga hutan, tetapi harus ada kompensasi untuk mereka, kampung-kampung mereka diinclave, bagaimana mencerdaskan mereka, supaya tidak hanya jadi tontonan orang barat (Eropa),” kata Gubernur Kalbar Cornelis ketika menerima kunjungan Raden Andik Jaya Prawira (73) bersama Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) Kalbar.

Selama di Kalbar Andik akan berkeliling ke seluruh kabupaten dan kota. Mantan Pegawai Kehutanan Kalteng itu mengaku tertantang dengan tawaran Gubernur Cornelis berjalan ke Tanjung Datok dan Camar Bulan Kabupaten Sambas, karena di sana pemandangannya sangat indah. Andik mengaku sudah berjalan sampai Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu hingga Badau. Ia pun akan mempertimbangkan tawaran Gubernur Kalbar tersebut.

Sebagai bukti pertemuan, Andik meminta Gubernur Cornelis, menandatangani memori perjalanannya, karena akan dijadikan buku. Sudah 24 provinsi, 304 kabupaten/kota yang disinggahi. Tampak sepeda yang ia tunggangi dipenuhi dengan tempelan stiker, dilengkapi bendera Indonesia dan sebilah mandau pemberian Gubernur Kalimantan Timur. Selain mengemban misi ini, ia juga berusaha untuk kembali mempererat jalinan silaturahmi terhadap sesama alumnus SKMA. “Juga ingin mengunjungi alumni SKMA,” ucapnya sembari menceritakan sejarah panjang sekolah yang berdiri sejak 1950 itu.

(dibaca 48 X)