Babak Baru Polemik PT. PPM Singkawang

| Share on Facebook

Terindikasi, Salah Satu Cabup Terlibat Mafia Jual Beli

 

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ketua LSM Bhakti Nusa Kota Singkawang, M. Syafiuddin berjanji akan membongkar sindikasi mafia PT. Patiware Perintis Makmur (PT. PPM). Ia pun siap mem PTUN kan Putusan WaliKota, Awang Ishak, atas dikeluarkannya Ijin Lokasi (IL) PT. PPM. “ Saya siap buka-bukan laporkan kasus berbau korupsi, siap jadi Wistle Blowers bongkar mafia PT. PPM singkawang. Kita juga siap PTUN kan Putusan Walikota atas dikeluarkan IL, walaupun dasar dikeluarkan IL itu adalah putusan PTUN, tetap saja salah, karena IL tidak punya lahan,” kata Syafiuddin. Sabtu (31/08/2013) malam.

Udin sapaanya akrabnya, membeberkan kronologis berdasarkan apa yang ia ketahui, ikuti dan alami secara langsung. Berikut penuturannya :

 “ Beberapa bulan lalu, saya dipanggil oleh IS kerumahnya yang berada di Kota Baru, Pontianak, untuk menjelaskan kronlogis perijinan PT.PPM. Saat itu, hadir IS, KM, UD,H dan saya sendiri. Intinya, saya menolak untuk ikut dalam kongkalikong jual beli PT.PPM, walaupun IS banyak cara agar saya ikut, tetapi saya tetap menolak.

Saya menginap di PontianakEdi Kamtono Optimis Menang Satu Putaran. Lanjut Baca ... », karena saya juga dipanggil oleh Dharmawan, Kepala BLH Prov Kalbar, membicarakan pencabutan amdal PT. PPM, karena dieksekusi lahannya yang dimenangkan Jong Sumantri alias Akiun. Ternyata, diluar sepengetahuan saya, secara diam-diam proses take over tetap berjalan. Bahkan, Walikota, Awang Ishak dibawa bolak balik ke Jakarta untuk berjumpa investor asing. Alhasil, KM berhasil mempengaruhi Awang Ishak. Asal Ijin Lokasi bisa keluar jadi duit.  

Usai lebaran kemaren, saya ke rumah Walikota, Awang Ishak. Lantas ia (Awang ishak) bertanya ke saya. Salah ke Din, Abah keluarkan Ijin Lokasi, kata itu diulang dua kali, walau Abah tahu tanahnya dak ade’ Abah ikut putusan PTUN keluakan ijin.  Saya jawab ; Hati-hati bah, ade kelak timbul masalah, karena peradilan sesat.

Berikutnya, koran Pontianak Post, Kalbar Times, terbit kamis tgl 29 kemaren judulnya Walikota Beri Ijin PT.PPM. No.124 tahun 2013.  Atas dasar putusan PTUN No.13/G/PTUN-PTK/2009.

Jauh sebelumnya, sumber dari Askani kepala BPN Singkawang mengatakan kepada saya diruang kerjanya bahwa Awang Ishak pernah minta dia (BPN) untuk keluarkn IL, Askani jawab ; saya tidak mau. Kenyataannya sekarang, fakta bicara lain, kebohogan mereka semua terungkap dan terbukti IL tetap keluar dan PT. PPM laku dijual.

Nah, berapa masing-masing dapat bagian ?  Berbagai sumber menyebutkan, untuk IL Rp. 1,7 Milyar, sisanya dibawa untuk modal Salah satu Calon Bupati yang akan bertarung pada September 2013 nanti. Sangat beralasan, pada saat saya dirumah IS, pernah disinggung dana suksesi dan temannya juga memperlihatkan baju kaos Calon itu, Terbukti sekarang ia mulus maju ke Cabup salah satu Kabupaten di Kalbar. 

Keterangan sumber yang kita himpun, dana dari Investor sebesar Rp. 5,5 Milyar sudah cair dengan alasan pengurusan IL dan pembebasan lahan, sebagai panjar. dari total deal MOU Rp. 44 M. Dibagi pemilik Rp. 34 M sisanya fee broker dan lain lain. “

Demikian ulasan kronologis yang disampaikan oleh Ketua LSM Bhakti Nusa Singkawang melalui pesan singkat kepada LensaKapuas.

Sosok yang dikenal vocal itu menegaskan, tidak akan tinggal diam atas praktek mafia dan kongkalikong yang terjadi. “Saya siap buka-bukan laporkan kasus berbau korupsi dan siap jadi Wistle Blowers bongkar mafia PT. PPM singkawang,” tegasnya kembali.

 Ketika dikonfirmasi secara terpisah, baik melalui Telp, SMS, atau ingin bertemu secara langsung ke Calon Bupati salah satu Kabupaten yang akan bertarung pada september 2013, yang namanya disebut punya pengaruh kuat hingga mampu melobi Walikota Singkawang mengeluarkan IL tanpa lahan tersebut. Ia terkesan menghindar dan enggan memberikan komentar sedikitpun. “Saya masih di Jakarta Dek,” katanya singkat via SMS.

 

(Tim)

(dibaca 1772 X)