Bangunan Tower Jl Siam Langgar Perda, Dinas CK Tutup Mata

| Share on Facebook

ijin tower siam

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Berdirinya bangunan Telekomunikasi Mikro Seluler dan Fiber Optik PT. Tower Bersama Group Tbk di bahu Jalan Siam RT.003 RW.004 Kelurahan Benua Melayu Darat Kecamatan Pontianak Selatan, berkat restu Walikota dan rekomendasi instansi teknis Pemkot Pontianak.

Salah satu warga yang berdomisili tidak jauh dari tower, Atie, secara gamblang membeberkan kronologis awal pemasangan pondasi bangunan tower hingga berdiri kokoh di depan bangunan usaha miliknya.

“Awalnya, ketika akan dirikan bangunan tower ini, pertengahan bulan November 2015 lalu, pekerja lapangan menginfokan bahwa pondasi yang digali ini nantinya akan dibuat lampu penerangan jalan, sambil memperlihatkan gambar kerjanya kepada kami. Namun setelah tiang besinya kokoh berdiri, barulah diketahui bahwa bangunan tersebut adalah sebuah tower,”  ungkap Atie mengawali pembicaraan.

Tower tersebut, kata dia, milik PT. Tower Bersama Group Tbk yang berkedudukan di Jakarta. “Hal inilah yang membuat warga kecewa dan merasa dibohongi oleh pihak pelaksana. Tanpa ada sosialisasi kepada warga setempat, baik RT maupun kepada Kepala Kelurahan Benua Melayu Darat, sehingga memicu warga menolak dan protes agar bangunan tersebut segera dipindahkan atau dibongkar,” ucap Atie. Penolakan tersebut, lanjutnya, dibuktikan dengan adanya surat pernyataan warga yang dilayangkan kepada pihak-pihak terkait pada tanggal 24 Januari 2016 lalu.

Sepakat dengan pernyataan Atie, warga lainnya Hendy pun menginginkan hal serupa dari pihak pelaksana. “Masyarakat maunya perusahan yang melakukan pembangunan terlebih dahulu kompromi, bahasa santunnya sosialisasi dengan masyarakat, sehingga tak ada protes seperti ini,” kata Hendy.

Sementara, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 3 Tahun 2008 tentang Bangunan Gedung di Kota Pontianak dan merujuk pada Persetujuan Surat Keterangan Rencana Kota/Advice Planning Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Perumahan Kota Pontianak yang ditujukan kepada Direktur PT. Tower Bersama Tbk, setidaknya ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, diantaranya:

  1. Ruang Milik Jalan ( RMJ)  = 12,00 M
  2. Garus Sebadan Bangunan (GSB) = 12,00 M dari as jalan.
  3. Koefisien Dasar Bangunan (KDB)  Maksimal 70
  4. Koefisien Landai Bangunan (KLB) Maksimal 2,1
  5. Membuat penghijauan tanaman pohon penuh dan serapan air.

Berdasarkan pantauan langsung LensaKapuas di lapangan, yang didukung pengakuan warga, sejumlah ketentuan tersebut diabaikan oleh pemilik proyek. Kendati demikian, instansi terkait seolah tutup mata.

Dimintai komentarnya beberapa waktu lalu saat proses mediasi warga, Kabid Wasdal Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kota Pontianak Ahmad Subiyantoro enggan menjelaskan. “Sedang di lapangan,” jawabnya singkat Via SMS. Begitupun halnya dengan Kepala Dinas H. Fuadi Yusla,ST,MM. Ia tidak merespon ketika dikonfirmasi melalui HP selulernya.

Secara terpisah, ketika dimintai klarifikasinya belum lama ini, Supervisor Submit Civil Mekanical Eletrical PT. Tower Bersama Tbk, Dino, enggan berkomentar. Ia mengaku tidak punya kapasitas untuk menjelaskan persoalan tersebut. (Budi G/Tim)

(dibaca 561 X)