Batas Kabupaten Aceh Timur dengan Gayo Lues Diperjelas 29 Titik

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, IDI RAYEUK –  Kepala Sub Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Aceh TimurMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... », Syahdan Nur menyatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melakukan survey akhir guna memperjelas 29 titik wilayah perbatasan dengan Kabupaten Gayo Lues.

Tim Teknis Penegasan Batas Daerah (TPBD) yang dipimpin Asisten Tata Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Zahri MAP sedang berada di Desa Pinding Kecamatan Serbajadi untuk merampungkan batas antara kedua kabupaten tersebut.

“Pak Asisten sedang di lapangan memimpin tim untuk menentukan batas wilayah. Ini penting guna memperjelas wilayah perbatasan sehingga pembangunan dapat terlaksana di sana,” kata Syahdan.

Dijelaskan, perbatasan Aceh Timur dan Gayo Lues terletak di 29 titik yang lokasinya berada di desa Pinding. Batasan itu juga termasuk dihimpit pegunungan dan hutan lindung sebagaimana telah diputuskan pada tahun 2013.

Walau pernah disepakati pada tahun 2013, lanjut Syahdan, Pemkab Aceh Timur kini kembali memperjelas sehingga nanti dibuatkan berita acara dan dikirim kepada Menteri Dalam Negeri guna mendapatkan pegesahan berupa Surat Keputusan atau Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Karenanya, sambung dia, kunjungan Assisten Tata Pemerintahan bersama rombongan dalam rangka melakukan survey akhir dan final Pilar Batas Utama (PBU) diantara kedua kabupaten tersebut.

Assisten Tata Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Zahri MAP yang dihubungi via selularnya dari Langsa menyatakan pentingnya dilakukan penegasan batas wilayah dimaksud.

Terlebih, letak Desa Pinding berjarak 200 KM dari pusat pemerintahan Aceh Timur. “Ini wilayah perbatasan, jauh di pedalaman perlu pembangunan sarana dan prasarana yang memadai dalam rangka pemeretaan pembangunan daerah,” ujar Zahri.

Dikatakan Zahri, untuk batas daerah antara Aceh Timur dengan Aceh Utara, Kota Langsa dan Bener Meriah telah rampung ditetapkan.

Sementara untuk perbatasan dengan Aceh Tamiang sampai saat ini masih terus dibicarakan dan prosesnya masih berlangsung.

“Aceh Utara, Langsa dan Bener Meriah sudah rampung. Hanya Aceh Tamiang yang masih terus kita lakukan prosesnya, semoga selesai dalam waktu dekat,” pungkas Zahri. (Alam)

(dibaca 530 X)