BBM Naik Rakyat Panik

| Share on Facebook

antian bbm

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Presiden Joko Widodo akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000. Jokowi menetapkan harga baru BBM yang akan berlaku pada pukul 00.00 WIB terhitung sejak tanggal 18 November 2014. “ Harga premium ditetapkan dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Harga solar ditetapkan dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500,” papar Jokowi di Istana Negara, Senin (17/11/2014).

Begitu ketok  palu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, premium dan solar oleh presiden Joko widodo, (17/11) pukul 21.00 Wib di Jakarta. Masyarakat Kalimantan barat khususnya Kota Pontianak SPBU yang buka 24 jam diserbu oleh para pengguna kendaran roda  dua dan empat.

Antrian panjang dimulai pukul 22.00 Wib, SPBU Kota Baru Jalan prof. M Yamin antrian hingga satu kilometer oleh kendaraan roda dua dan roda emapat. Begitu juga SPBU di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Parit Haji Husin 2 antrian sangat panjang.

Edi pengawas SPBU Kota Baru mengatakan bahwa stok yang masih tersedia pada saat itu ada 21 ton, cukup melayani antrian tersebut hingga pukul 00.00 Wib. “Kami memang masih ada 21 Ton , antrian panjang sekali dan padat kita layani harga Rp 6.500 hingga pukul 00.00 Wib. Habis tak habis,” ujarnya.

Iin(27) salah satu supir taksi Pontianak-Sanggau mengaku terkejut atas informasi kenaikan BBM yang begitu mendadak, lantaran ia pada saat itu masih di perjalan menuju Pontianak dan harus mengantar penumpang sampai tempat tujuan. “Sedikit kecewa karena naiknya mendadak, mau gimana lagi sudah menjadi kebijakan dari pemerintah kita ikut saja, “ kata Iin.

Biasanya, kata dia, mengisi full armada taksi Toyota Inovanya sebanyak Rp.360 ribu, kini pihak perusahannya harus merogoh kocek lebih dalam lagi. “Bagi saya tidak masalah paling perusahan yang pusing, tapi ongkos taksi besok pasti naik yang biasa Rp130 ribu kemungkin akan naik menjadi Rp.150 ribu,” ujar Iin yang sudah satu tahun menjadi supir taksi.

Begitupun halnya dengan Dina. Mahasiswa asal Kota Singkawang itu mengaku takut stok premium habis, jadi ia rela ikut antri yang lumayan panjang. “Saya ikutan antri karena bensin saya tingga sedikit, takut kehabisan besok,” ucapnya.

Dari pantauan di lapangan, terlihat beberapa supir taksi komplain karena sudah antri dari pukul 22.30 Wib, namun saat sudah di depan mesin suplay BBM sudah Pukul 00.00 Wib, harga pun berubah. “Jokowi hanya bisa menyiksa rakyat kecil,” gerutu Sopir taksi seraya berlalu meninggalkan SPBU.

Kapolsek Pontianak Kota Kompol A. Mohtar menuturkan, pengamanan jelang kenaikan tadi malam, pihaknya mengerahkan 9 anggotanya untuk berjaga di SPBU Kota Baru. “Antriannya panjang, sempat macet akibat truk mogok dan ada kendaraan yang mencoba menyerobot masuk. tapi sudah aman terkendali,” ujarnya.  (cece)

(dibaca 541 X)