Berantas Penyelundup, Perlu Keseriusan dan Kerjasama

| Share on Facebook
Stephanus Puen

Stephanus Puen

LENSAKAPUAS, SANGGAU – Ketua DPD Laskar Anti KorupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » Indonesia (LAKILaki Kalbar Desak Kejati Usut Kasus Perumahan Khusus Rakyat. Lanjut Baca ... ») Entikong, Stephanus Puen, menilai Aparat Bea dan Cukai (BC) Entikong seakan tutup mata menyaksikan barang-barang illegal asal Malaysia masuk ke Kalbar melalui Pintu Perbatasan. Bahkan ia mensinyalir, penyalahgunaan Kartu Identitas Lintas Batas (KILB) dan adanya keterlibatan “orang dalam” jadi penyebab utama susahnya memberantas praktek penyelundupan.  “Aparat tutup mata. Kalau tidak, kenapa barang-barang illegal tersebut bisa beredar hampir ke seluruh Kabupaten dan Kota Se-kalbar. Kita mencurigai ada oknum aparat yang terlibat, kalau tidak, kenapa bisa lolos dari sekian banyak pos pemeriksaan,” kata Puen seraya menyebut sejumlah pos pemeriksaan mulai dari Pintu Masuk Entikong hingga  Simpang Tanjung.

Modus yang dilancarkan penyelundup, kata Puen,  terbilang cukup rapi. “Pedagang memanfaatkan KILB masyarakat perbatasan untuk berbelanja. Padahal, sesuai aturan Sosekmalindo, KILB hanya boleh digunakan oleh masyarakat yang mengantongi KTP di dua kecamatan yang ada di wilayah perbatasan, yakni Kecamatan Entikong dan Balai Karangan,” ucapnya.

Menurut dia, kalau masyarakat sendiri yang berbelanja menggunakan KILB, tidak mungkin barang-barang seperti gula, barang elektronik bisa menyebar hampir ke semua daerah. “Hampir setiap hari ratusan truk keluar dari Balai Karangan membawa barang-barang belanjaan. Kabarnya, kita dengar setiap mobil box yang lewat harus kasi setoran,  kisaran Rp.800 ribu s/d Rp. 1 juta perboks nya,” ungkap Puen.

Ia menyebut penangkapan gula  yang kerap diberitakan media masa akhir-akhir ini, masih belum bisa menyentuh pemain kelas Kakap.  “Yang ditangkap itu  pemain kecil, bawa puluhan karung ditangkap. Sementara, pemain besarnya bisa lolos, karena bisa mengatur “angpao” (upeti red) nya,”  kata Puen.

Tokoh masyarakat  yang juga Temenggung Adat daerah Beduai inipun menunjukan lokasi yang biasa dijadikan tempat mangkal truck pengangkut barang illegal.  “Coba kalau mau dicroscek, itu masih ada belasan truck yang berderet dekat kebun sawitSawit Kalbar Terkendala Tata Ruang dan Pelabuhan. Lanjut Baca ... » sejak dari pagi. Mereka calling-calling dulu, setelah situasi dianggap aman, baru jalan keluar,” tukasnya.

Guna membantu tugas aparat meminimalisir praktek penyelundupan di wilayah perbatasan, Puen menyatakan siap terjun lansung apabila diperlukan. “Bila perlu, kita terjunkan anggota LAKI untuk ikut membantu petugas memeriksa kendaraan yang diduga membawa barang-barang illegal,” tandasnya. (novi)

(dibaca 764 X)