Berdalih Atas Suruhan FICO’ Oknum PP Usir Jurnalis

| Share on Facebook

LensaKapuas, PontianakEdi Kamtono Optimis Menang Satu Putaran. Lanjut Baca ... »-
“Kalian ini koq ramai sekali, Bapak tidak mau diwawancarai karena tidak ada waktu. Asal kalian tahu, risih melihat kalian semua, dan mau diusir dari tadi,” ungkap Roomy, oknum anggota PP, usai pendaftaran pasangan Calon Walikota dan Wakil WalikotaEdi Kamtono Optimis Menang Satu Putaran. Lanjut Baca ... » Pontianak, Firman Muntaco – Erick S Martio di rumah kediaman kandidat Jl. Subarkah Pontianak.

Maksud hati ingin menarik simpatik masyarakat, akhirnya harus tercoreng. Sikap kontras yang mengarah pada tindakan arogansi justru dilakukan oleh oknum pendukung pasangan Firman Muntaco – Erick S Martio terhadap sejumlah kuli tinta. Kesewenangan tersebut terjadi di rumah pribadi Firman Muntaco.

Kronologisnya, usai dari Kantor KPUD, selasa (17/06/2013), pasangan calon bersama pendukungnya menuju ke rumah pribadi Kandidat di Jl. Subarkah Pontianak. Tak ketinggalan pula halnya dengan sejumlah jurnalis yang ikut melakukan peliputan sejak dari GOR SSA hingga Kantor KPUD Kota Pontianak. Untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai rangkaian agenda kegiatan calon ini, belasan jurnalis pun turut serta menyambangi rumah Firman Muntaco. Mengetahui kehadiran para Jurnalis, Firman Muntaco menyilahkan para kuli tinta untuk santap siang bersama. Dan seluruh wartawan yang hadir, diajak semuanya.

Baru saja usai santap siang bersama, ibarat kata “nasi baru di tenggorokan” para wartawan lantas disambangi salah satu oknum yang mengenakan seragam Pemuda Pancasila (PP) meminta para jurnalis untuk keluar rumah.

Selanjutnya, oknum yang juga mengaku sebagai wartawan senior salah satu surat kabar ternama di Kota Pontianak tersebut, dengan nada yang sedikit tinggi mengatakan, jika ada orang yang mengaku wartawan tapi tidak kenal dirinya, bukanlah seorang wartawan. “Saya ini mantan wartawan Pontianak Post, wartawan harian, dan bisa dibilang senior. Kalo kalian ini wartawan apa ?Mingguan? Saya tiap hari buat berita, kalo kalian kan seminggu sekali. Semua wartawan pasti kenal saya, jika tak kenal saya berarti orang itu bukan wartawan. Bapak Firman Muntaco sebenarnya juga risih melihat kehadiran kalian, dan saya disuruh mengusir kalian. Kalian ini maunya apa sih ?” katanya lagi dengan angkuh.

Situasi sempat memanas, menghindari hal yang lebih buruk, sejumlah jurnalis memilih pergi. “Kalau Pak Firman tidak mau diwawancarai yah tidak apa-apa, tapi jangan menghina dan melecehkan kami,” celetuk salah seorang wartawan.

Menanggapi sikap oknum tersebut (Rommy). Ketua Umum Persatuan Wartawan (PETA) Kalbar, Ahmad Madani sedikit berang. “Pengusiran yang disertai ucapan kata-kata tidak menyenangkan sangat tidak pantas dilakukan. Apalagi dia (Rommy Red) mengaku sebagai mantan wartawan senior juga, semestinya dia tidak boleh berpikir diskriminasi dan membeda-bedakan wartawan, harian, mingguan, bulanan, dan eletronik. Bukannya malah menyepelekan dan menghina wartawan mingguan seperti itu.Biarpun dia mengatakan pernah jadi wartawan Pontianak Post, tapi sekarang kan tidak lagi, jadi tidak boleh menjual nama wartawan, karena statusnya bukan lagi waartawan,” ujar Ahmad Madani Ketua PETA Kalbar. (Tim)

(dibaca 571 X)

None found.