Beri Hasil Tambahan, Warga Padang Tikar Tolak Pengusiran Kapal Andong

| Share on Facebook

rajungn

LENSAKAPUAS, KUUBU RAYA – Kunjungan kerja Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Kubu RayaPleno Penetapan Hasil Pilkada KKR Diwarnai Aksi Protes. Lanjut Baca ... » ke Desa Padang Tikar I dan II, Kecamatan Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, dalam rangka investigasi nasib nelayan ‘ranjungan’.

Ranjungan menjadi komoditi andalan dan mata pencaharian warga desa, terutama kaum ibu.  Sebab secara geografis, populasi rajungan dan ikan di daerah tersebut  sangat menjanjikan.

Salah satu warga Padang Tikar Saunah menuturkan, dengan adanya lapangan kerja seperti itu sangat membantu dirinya dalam meningkatkan penghasilan. “Masyarakat di Desa Padang Tikar dapat hidup lebih baik, bahkan bisa menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi,” ungkapnya.

Mengamini penuturan warganya, Kepala Desa Padang Tikar, Ependi Bujang mengakui bahwa kedatangan para nelayan ranjungan dari pulau Jawa, tidak berpengaruh terhadap peningkatan hasil usaha  ranjungan warga masyarakat di desanya, justeru sebaliknya. “Dengan adanya kapal ‘Andong’ tersebut, sangat membantu penambahan penghasilan dirinya. Kalau kapal ini dipulangkan kami sangat keberatan. Saya juga sebagai nelayan dari tepi sampai ke tengah, namun tidak merasa terganggu dengan adanya kapal ini,” ujar Pendi. Pemerintah desa, kata dia,  justeru memberikan nilai positif atas kehadiran nelayan dengan kapal andong. “Sebelumnya para istri nelayan di sini kesulitan mencari lapangan kerja. Namun, dengan adanya kapal nelayan dari Jawa ini, para istri nelayan bisa merogoh  berpenghasilan rata-rata Rp 70.000 per hari,” tambahnya.

Mewakili warga desanya, Pendi menyampaikan apresiasi terhadap Pemuda Pancasila, “Kami dari pemdes sangat mendukung nelayan seperti ini. Karena menambah penghasilan ibu-ibu rumah tangga. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pemuda Pancasila Kubu Raya, Bambang Sridadi, S.H., M.H. yang peduli dan hadir di tengah kami untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di daerah kami.” ucap Bang Pendi sapaan Kades Padang Tikar.

Menanggapi apresiasi yang ditujukan terhadap dirinya, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kubu Raya mengaku terenyuh. Sebab, upaya pihaknya memberikan dampak posistif terhadap masyarakat Padang Tikar, terutama bagi para istri nelayan. Namun, kata Bambang, terkait perizinan nelayan pihaknya akan berkoordinasi dengan  dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kelauta Perikanan.

“Kita selaku organisasi masyarakat, sudah melakukan investigasi dan interaksi langsung dengan masyarakat yang berkerja pada kapal andong. Saya selaku ketua Pemuda Pancasila Kubu Raya meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mencabut Surat Himbauan tanggal 1 Oktober 2014 yang menginstruksikan agar kapal andong keluar desa ini. Kita melihat banyak dampak positifnya bagi masyarakat kita dalam menambah penghasilan,” tegas Benk-Benk sapaan akrab mantan Anggota DPRD Kubu Raya.

Editor : Syaiful
Author : Ard

(dibaca 663 X)