BKD Pelopor SKPD Kalbar Bersih Narkoba

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – “Perang terhadap NarkobaHoree...e..e...Bride Bebas. Lanjut Baca ... »” tengah digalakan oleh pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah dengan cara sosialisasi melalui media masa hingga pelibatan seluruh komponen, baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang ada di masyarakat itu sendiri. Strategy itu dianggap jitu dan menjadi kunci penting dalam menekan peredaran hingga penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Tentunya, sebelum ‘action’ langsung ke kelompok penyalah guna obat yang membuat korbannya seolah berada di atas awang-awang dan bisa ‘geleng-geleng’ tiada kenal lelah itu, harus dimulai dari internal birokrasi itu sendiri.

Berikut wawancara khusus LensaKapuas dengan Kepala Badan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Kartius, S.H., M.Si. terkait  bahaya  dan komitmen SKPD Pemprov Kalbar soal narkoba.

Apa komentar Bapak tentang masalah Narkoba di Indonesia saat ini ?

Saya nonton di televisi dan baca berita tentang narkoba di media masa sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan ada informasi dan sinyalemen bahwa narkoba ini sudah masuk sampai ke kecamatan-kecamatan dan kampung-kampung.  Ini sangat menghawatirkan, bagaimana kader-kader penerus bangsa ini jika sudah terkena narkoba.

Apa upaya birokrasi pemerintahan dalam menghadapi masalah itu ?

Kami sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tulang punggung kemajuan  bangsa,  provinsi, dan daerah ini harus gencar melakukan pencegahan. Karena berdasakan informasi yang kita ketahui, narkoba itu membunuh secara perlahan-lahan di dalam diri kita. Jadi pencegahannya harus dimulai dari dalam dulu.

Bagaimana caranya ?

Artinya mulai dari birokrasi itu sendiri. Kalau Pegawai Negeri Sipil (PNS) nya saja sudah terkena narkoba, berartikan pikiran mereka sudah tidak baik dan sudah tidak normal lagi. Bagaimana mau mensejahterakan masyarakat, bagaiamana mau membangun indonesia, bagaimana mau membangun kalbar jika pegawainya saja sudah telilit narkoba yang pikirannya sudah tidak waras. Kalau jiwa dan fisiknya sudah sakit, apa yang diharapkan kepada birokrasi.

Realisasi konkretnya di birokrasi Pemprov Kalbar ?

Kita di Pemerintah Provinsi Kalbar, belum lama ini sudah menjalankan. Badan Kepegawaian Daerah adalah instansi pertama dan perdana dilingkup SKPD Kalbar. Sebelum dites urine kemarin, saya berikan penekanan kepada seluruh Pegawai dan Pejabat di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat. “Jika diantara kita ada yang terbukti, baik kepala seksi, kepala bagian, maupun Kepala BKD sendiri, langsung diproses dan dibebas tugaskan dari jabatan tanpa proses PP 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Komitmennya ?

Jadi komitmen kita, kita tidak main-main tentang narkoba. Pembinaan dan keberadaan birokrasi itu untuk mensejahterakan masyarakat di Kalbar ini. Kenapa di beberapa negara lain itu bisa maju, seperti  Singapura dan Korea. Di Singapura itu tidak ada sawit,  tidak ada bauksit, tidak ada karet, tapi negaranya bisa maju, itu karena birokrasinya yang hebat. Untuk itu, harapan serupa juga kita inginkan terhadap kalangan birokrasi di Kalbar,  dengan berbadan dan berjiwa sehat, maka dia pun akan mampu membangun Kalimantan Barat lebih baik dan maju ke depannya, itu yang kita harapkan. 

Bagaimana komitmen dan hasil tes urine perdana di kantor BKD sendiri ?

Perlu saya tegaskan kembali, Pegawai Negeri Sipil itu harus bersih dari obat-obatan terlarang, itu keinginan saya kemarin. Sehingga kita menjadi ‘leading sector’ yang pertama di lingkungan pegawai di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kalau Kota Pontianak kan sudah, tetapi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar, yang pertama dan perdana itu Badan Kepegawaian Daerah yang melakukan tes urine. Jadi, dari 60 orang pegawai BKD yang dites  tidak ada satu pun yang terindikasi narkoba. Jadi kemarin sudah kita umumkan waktu apel pulang kerja. Puji Tuhan, semua pegawai BKD yang dites urine tidak ada yang mengidap narkoba.

Progam kedepannya seperti apa ?

Kita sudah punya program, sebenarnya kita mengajukan anggaran kemarin banyak, tetapi karena kemampuan keuangan daerah yang terbatas dan itu mungkin dianggap tidak prioritas, kita hanya diberi jatah 500. Kebetulan kami punya hubungan baik dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi, jadi kamarin kami kolaborasi lah. Karena BKD yang pertama dan perdana, jadi tidak bayar. Tapi untuk selanjutnya nanti, harus bayar, sebab mereka kan gunakan alat dan obat untuk mengetes. Jadi yang hebatnya itu kemarin, dalam waktu 1 jam kita sudah bisa tahu hasil tes nya, apakah kita terindikasi atau tidak. Selanjutnya, pada bulan Maret 2015 lagi kami akan mulai lagi, karena anggaran kita juga bulan Maret baru bisa keluar untuk triwulan pertama. Bulan Maret kita akan sidak.

Sasaran SKPD selanjutnya ?

Untuk dinas atau badan mana, masih ‘off the record’. Yang jelas dinas atau badan  yang agak gemuk, yang ada-ada duit gitu, yang anggaran-anggaran banyak, yang sering ke Jakarta, yang banyak rapat lah, yang mungkin dia sempat elek-elek kemana-mana itu yang kita coba nanti. Dan tidak kita beritahu, karena kemarin waktu pegawai BKD satu pun tidak ada yang tahu.  Jadi, bukan hanya pegawai BKD saja, tapi seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemprov Kalbar, kurang lebih 6.043 orang pegawai.

Sanksinya kalau ada yang kedapatan positif narkoba ?

Sanksi itu akan berlaku untuk semua PNS.  Jika terbukti, nanti di dinas atau badan yang ketahuan die terbukti, tidak lagi kita proses dengan PP 53 tahun 2010, misalnya harus pakai teguran pertama, teguran kedua, teguran ketiga, tidak lagi. Tapi langsung non job, bebas jabatan, walaupun tidak diberhentikan, tapi kalau dia pegawai , dia kan nanti dibina khusus oleh BNN, namun bisa saja diberhentikan kalau dia sudah pada tingkat penjual atau pengedar.

Himbauan terkait masalah narkoba  kepada masyarakat Kalbar ?

Sekarang, narkoba itu bukan hanya laki – laki, tetapi ada indikasi mengarah ke kaum perempuan juga. Logika saya bisa jadi, Iya. Misalkan rumah tangganya sudah bagus, suami kasih duit, sudah berlebih dari pada uang belanja dapur, uang jajan, uang listrik, dan kebutuhan lainnya, tetapi masih ada kelebihan duitnya, bisa saja seorang ibu itu coba-coba. Untuk itu saya berpesan kepada ibu-ibu, Janganlah mencoba-coba karena barang itu tidak baik !

Kepada masyarakat Kalbar, memang menurut informasi, katanya  narkoba itu enak untuk buat kita geleng-geleng, membuat kita bermimpi yang indah-indah, tetapi itu merusak jiwa dan raga kita. Jadi, Jauhilah narkoba, jangan dekat-dekat dengan narkoba, supaya negeri ini bisa sejahtera, sehingga pemimpin-pemimpin masyarakat, pengusaha-pengusaha  kita tidak ada yang sakit jiwa.

Lipsus : Novi Sugiyarti Ningsih

(dibaca 610 X)