BKSDA Kalbar Nilai Vonis Bagi Penyelundup Paruh Enggang Ringan

| Share on Facebook
Paruh Enggang Gading Kalbar

Paruh Enggang Gading Kalbar

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak yang diketuai oleh Edi Hasmi, SH, M.Hum menjatuhkan vonis hukuman 8 bulan penjara dan denda Rp. 10 juta kepada terdakwa, Lim alias Among (52), atas perkara kasus penyelundupan 229 paruh burung Enggang Gading, 27,3 kg sisik Trenggiling, 44 buah kuku Beruang Madu, dan 1 buah taring Berung Madu.  Sidang dengan agenda pembacaan putusan tersebut berlansung di Pengadilan Negeri Kelas I A, Jl. Sultan Abdurahman Pontianak. Selasa (26/08/2013).

Sebelumnya, terdakwa Lim alias Mong  telah menjalani persidangan sebanyak 5 kali yang dimulai sejak 11 juli 2013 silam. Pada sidang ke-5, selasa (20/08) pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum telah membacakan tuntutannya di hadapan Majelis Hakim dan Terdakwa, dengan ancaman tuntutan 5 bulan penjara dan denda Rp. 10 juta.

Dimintai komentarnya, Koodinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai KSDA Kalimantan Barat, Niken Wuri Handayani, S.Si, M.Si, menegaskan,  kejahatan seperti itu telah melanggar peraturan tentang perdagangan hewan langka, sebagaimana yang tercantum dalam pasal 21 Ayat 2 huruf d Jo pasal 40 ayat 2 UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Semestinya, kata dia, para pelaku perdagangan hewan langka tersebut harus dikenakan sanksi kurungan maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp. 100 juta. Sebab, lanjut Niken, sanksi yang ringan dan tidak memenuhi undang-undang, tidak akan menimbulkan efek jera bagi para pelaku. ” Itu merupakan sanksi yang setimpal dan harus ditegakkan,” tegasnya.

(cece)

(dibaca 711 X)