Borok Kadis Syariat Islam Mulai Terendus Publik

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, LANGSA – Agustam Effendi, selaku ketua LSM Topan RI Langsa mendesak pihak penegak hukum untuk mengusut Dugaan tindak pidana kurupsi di Dinas Syariat Islam.ungkap Agustam Effendi pada media Senin (12/10/2015) di Cafe Klasik Langsa

Lanjut nya, kasus  ini terkesan sengaja ditutup-tutupi, sehingga tidak sampai muncul ke publik ,untuk itu LSM TOPAN-RI mendesak aparat penyidik dari kepolisian dan kejaksaan segera menangani kasus dugaan korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » ini sampai tuntas.

“Kita sangat menyayangkan di lembaga penegakan syariat islam ternyata terselubung dugaan korupsi yang maha dahsyat,” tandasnya.

Selain itu, LsmbTopan RI juga mendesak agar Wali Kota, Usman Abdullah SE dan Kepala Inspektorat supaya memberikan penjelasan serta klarifikasi tindak lanjut pemanggilan Kadis Syariat Islam oleh Kejaksaan Negeri sesuai dengan surat Nomor.001/PD.LSM/LBH TOPAN-RI/LGS/2015 diduga sebagai aktor intelektual tindak pidana kasus korupsiLaki Kalbar Desak Kejati Usut Kasus Perumahan Khusus Rakyat. Lanjut Baca ... » berjamaah anggaran dana tahun 2011-2012.

Namun, Agustam Effendi, sangat menyayangkan karena pernah melayangkan surat yang bertuliskan perihal pemanggilan Kadis Syariat Islam oleh Kejaksaan Negeri Langsa sampai sekarang belum ada jawaban sama sekali dari pihak Pemko Langsa.

“Hal ini tidak menutup kemungkinan ada konspirasi untuk sengaja menutup nutupi dan melindungi aktor intelektual tindak pidana kasus korupsi anggaran dana di tubuh Dinas Syariat Islam, agar tidak terpublikasi untuk dijadikan konsumsi pemberitaan media. Oleh karena diminta penegak hukum bisa ambil bagian terhadap dugaan mark-up tersebut,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Agustam merincikan temuan dugaan kasus korupsi di Dinas Syariat Islam Kota Langsa yakni, penggunaan dana belanja dinas tahun anggaran 2011 -2012 tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebesar Rp27.570.750 tidak sesuai ketentuan yang berlaku (SPT dan SPPD) dan tidak diberi nomor berdasarkan surat undangan surat panggilan dan perjalanan dinas untuk pendataan tidak disertai laporan hasil pendataan.

Selanjutnya, penggunaan dana belanja makan minum rapat tahun 2012 Rp4.605.000, tidak didukung bukti yang lengkap dan sah yaitu absensi dan notulen rapat. Penggunaan dana belanja dokumentasi publikasi kegiatan Rp3.746.400 yang bersumber dari dana APBA tahun anggaran 2012 tidak ada
bukti fisik dilakukan kegiatan.

Penggunaan dana belanja transportasi peserta kegiatan pembekalan dan pelatihan fiktif Rp37.000.000. Hasil pemeriksan terhadap Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berdasarkan hasil uji petik ke peserta pembekalan dan pelatihan diketahui untuk kegiatan ini setiap peserta diberikan uang saku Rp200.000,- dan uang transportasi sebesar
Rp50.000, semua peserta telah menandatangani amprahan uang saku dan uang transportasi, akan tetapi yang dibayar kepada para peserta hanya uang saku sedangkan uang transportasi tidak diberikan. Mark up harga pengadaan barang Rp146.487.500,-.

Kemudian, penggunaan dana belanja transportasi peserta kegiatan pembekalan dan pelatihan diduga fiktif Rp37.000.000. Belanja pengadaan wireless dan lemari untuk balai pengajian sumber dana APBA tahun 2012.

Penggunaan dana belanja kegiatan pembekalan dan pelatihan sebesar Rp564.220.500, penggunaan dana belanja pengadaan barang dan belanja kegiatan pembekalan dan pelatihan yang bersumber dari dana APBA tahun 2012 belum diaudit.

Temuan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPh (Pajak Penghasilan)
tahun 2011-2012 yang belum disetor ke kas Negara
Rp15.308.702. Kelebihan anggaran dana belanja perjalanan Dinas Luar (DL) daerah tahun2011-2012 Rp12.841.550. SPPD tahun anggaran 2011- 2012 sampai saat ini diduga belum bisa dipertanggungjawabkan Rp589.996.581.

Honor tim penegak Kantor Dinas Syariat Islam terhitung mulai Januari tahun 2012 belum ada dibayarkan kepada yang berhak menerimanya Rp16.030.000. Dana bazis diselewengkan Rp18.327.797.-

Penggunaan dana belanja pengadaan Alquran dan buku Surat Yasin tahun 2011-2012Rp.272.760.000, tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku
didasari dari hasil pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban SPK No.32/939/DSI/2011 tang­gal5-11-2011 begitu pula dengan dana pengadaan Alquran Box 2011 sebanyak 593 buah dengan harga per examplar Rp227.656,-Nomor.01/SPK/602.I/APBK/DSI/2011 tang­gal 30-11-2011pelaksana CV Fuad Sakti alamat Jalan T. Umar No.60 A Rp148.500.000,-Nomor.41/SPK/939/2012 tanggal 15-11-2012Rp124.260.000,-

Sedangkan pengadaan buku Surat Yasin sebanyak 5.531 buah dengan harga per examplar Rp4.450,-Nomor.02/SPK/602.I/APBK/DSI/2012 tanggal 4-6-2012
pelaksana CV Sigantang Sira Rp24.612.950. Pengadaan Alquran sebanyak 1.920 buah dengan harga per examplar Rp51.900,-Nomor.03 /SPK/602.I/APBK/DSI/2012 tang­gal 4-6-2012 pelaksana CV Arta Media Rp99.648.000,-. Anggaran dana yang ter­besar dikorupsi tahun 2011-2012 ditubuh Dinas Syariat Kota Langsa terdapat pada poin kelima dan keenam sekitar
Rp1.451.246.878,-.

Secara keseluruhan peng­gunaan anggaran dana yang diduga telah dikorupsi ditahun 2011-2012sejumlah Rp2.250.185.730, (dua miliar dua ratus limapuluh juta seratus delapan puluh lima ribu tujuh ratus tiga puluh rupiah) sungguh angka yang sangat
fantastik dan semua itu  berdasarkan data yang diperoleh, ungkap Pimpinan Daerah (PD) LSM TOPAN-RI Kota Langsa Agustam Effendi.

Sedangkan sebelum nya Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/10) via telefon selularnya enggan berkomentar banyak. “Saya tidak tahu persoalan ini,” katanya seraya meminta agar mengabaikan permasalah tersebut. (Alam)

(dibaca 318 X)