Bos Hotel Kapuas Palace Didemo Aliansi Masyarakat Dayak

| Share on Facebook

aliansi masyarakat adat dayak demo bos kapuas palace

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Puluhan warga masyarakat dari Aliansi Masyarakat Adat Dayak Kota Pontianak mendatangi Hotel Kapuas  yang terletak di Jalan Budi Karya Pontianak, Kamis, 15 Januari 2015. “Kami datang ke sini sebagai bentuk aksi keprihatinan terhadap dua orang tokoh adat kami yaitu Valentinus Darus, ketua Dewan Adat Dayak Pontianak Utara yang juga Direktur PT.Sumber Warih Sejahtera dan Drs. Daud Dagel, ketua Dewan Adat Dayak Kota Pontianak yang sudah dilecehkan Tjemerlang Thje alias Pui Hie ketika hendak meminta kembalikan asset atau meminta kejelasaan atas laporan kasus yang dimediasi melalui jalur kekeluargaan,” seru Agustinus, S.Pd. koordinator lapangan menggunakan pengeras suara.

Ia mengganggap bos Hotel Kapuas, Hotel Kapuas Dharma, dan Hotel Orchad Gajah Mada itu sebagai orang yang tidak komunikatif. “Pui Hie orang yang paling tidak komunikatif. Ia bersekongkol dengan seorang wanita yang masuk Daftar Pencarian orang (DPO) Polda Kalbar dengan bukti surat nomor : DPO/199/X/2014 atas nama Lily Susianti, tersangka kasus pencurian dan penggelapan asset milik PT. Sumber Warih Sejahtera.

“Atas dasar ini, kami Aliansi Masyarakat Adat Kota Pontianak menuduh Tjemerlang Thje alias Pui Hie bersengkongkol dengan Lily Susanti menggelapkan asset PT. SWS, dengan sikap penolakan dan keberatan memberikan klarifikasi yang disampaikan melalui pengacaranya Herawan Utoro  dan rekan kepada DAD Kota Pontianak,” tukas Agus.

Untuk itu, kata dia, perbuatan Pui Hie tersebut dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap kelembagaan DAD Kota Pontianak. “Kami menuntut Tjemerlang Thje alias Pui Hie harus mengakui kesalahannya dan bersedia dihukum adat. Kedua, Pui Hie harus mengembalikan asset PT. SWS, dan ketiga, ia harus meminta maaf kepada ketua DAD Kota Pontianak, karena tidak mau berkomunikasi dengan baik,” pinta Agustinus. (novi/ifoel)

(dibaca 1194 X)