BPN Kubu Raya Keluarkan 6.172 Sertifikat Tanah

| Share on Facebook

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kubu RayaPleno Penetapan Hasil Pilkada KKR Diwarnai Aksi Protes. Lanjut Baca ... » serahan 6172 sertifikat tanah untuk program  Prona Transmigrasi dan Retribusi pada 2011-2012 yang diserahkan kepada masyarakat secara simbolik, di halaman Kantor BPN Kubu Raya, Sabtu (4/5/2013).

Acara tersebut juga dihadiri ketua DPRD Kubu Raya komisi A, Kepala Kanwil BPN, BPN kuburaya,Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. Dalam kesempatan tersebut, kepala BPN Kubu Raya Firdaus mengimbau kepada masyarakat untuk aktif bekerja sama, supaya kepemilikan sertifikat tanah tersebut betul-betul di terima  oleh warga yang memiliki tanah tersebut. “Kedepanya BPN sendiri akan mengeluarkan sebanyak 2.500 sertifikat pada Juli 2013.Untuk program masyarakat berpenghasilan rendah itu 250 nelayan, Prona dan transmigrasi, akan dikeluarkan kembali sertifikat, yang akan ditargetkan  pada Juli,” kata Firdaus.

“Sebenarnya program ini baru pada 2012 kita laksanakan dan kita selesaikan, ke depan kita sangat hati-hati, kita lakukan pengukuran, kita lihat apakah terjadi tumpang tindih atau tidak. Karena banyak setelah dilakukan pengukuran dan laporan masyarakat masih ada tanah yang tumpang tindih. Jadi, jangan hanya asal menunjuk yang memiliki tanah itu. Untuk itu kami dari BPN Kubu Raya berharap jangan ada lagi tumpang tindih yang baru ke depanya,” tukasnya.

Ia menambahkan, apabila pengukuran tanah menyatakan bahwa tidak terjadi tumpang tindih, maka pihak BPN akan melakukan pengecekan yuridis. “Pada tahun 2013 sertifikat yang di ukur ada 2000 sertifikat yang tumpang tindih sesuai pengakuan masyarakat, maka kami dalam laporan meminta untuk bekerjasama dengan masyarakat desa, supaya yang memiliki sertifikat itu benar-benar pemilik tanah.’’ harap Firdaus.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengimbau masyarakat memberdayakan lahan yang ada untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan ekonomi masyarakat setempat. “Dengan sertifikat ini tentu akan memberi nilai tambah bagi petani, paling tidak akan mempermudah akses mereka untuk mendapatkan permodalan, apa lagi saat ini masyarakat sudah banyak yang memiliki kepastian atas kepemilikan tanah dari program prona yang dilakukan oleh BPN sehingga bisa menjadi motivasi masyarakat memanfaatkan lahan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” kata Muda Mahendrawan. Ia juga menyatakan, dengan memberdayakan lahan-lahan yang ada,  dapat menghindari konflik maupun lahan pertanian untuk mengimbangi investasi yang masuk.

Kepala Kantor Wilayah BPN Kalimantan Barat,  Gusmin dalam kata sambutannya mennyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembagian sertifikat. ” Nanti pada bulan juli ada pembagian sertifikat kurang lebih 2000 sertifikat jangan sampai diserahkan 2015’’ ujarnya.  Menurutnya keberhasilan tersebut juga semata-mata dengan adanya  komitmen bantuan dari kepala desa, maka dari itu dengan adanya moment ini akan  ada perubahan.

Lanjut dikatakan Gusmin, yang paling penting adalah pemilik tanah harus tahu letak tanahnya  dan digarap. “Saya sangat prihatin dengan Kubu Raya paling banyak terjadi tumpang tindih lahan,’’  kata Gusmin ( cece)

(dibaca 975 X)