Bupati Martin Rantan Hadiri Ritual Ubat Tanah Arai

| Share on Facebook

PicsArt_04-03-04.11.35

LENSAKAPUAS, KETAPANG –   Pelaksanaan acara Ritual Adat “Mengubat Tanah Arai” yang dilakukan oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada Senin (3/4/2017) di Tugu Perdamaian Jalan Merdeka Ketapang dihadiri oleh Bupati ketapang ‎Martin Rantan, S.H. bersama Ketua PKK Kabupaten Ketapang Elizabet Martin Rantan, Kejari KetapangBuronan Kejari Ditangkap Tim Gabungan Jaksa. Lanjut Baca ... » Joko Yuhono, Kasdim 1203, para asisten dilingkup Pemkab ketapang, para kepala dinas ketapang, perwakilan etnis, pengurus DAD (Dewan Adat Dayak) juga seluruh dukun Petara, Kasat Pol PP, para Demong dan para kepala desa.

Ritual yang mulai sekitar Pk. 08.00 Wib itu mendapat pengamanan ekstra dari aparat kepolisian setempat. Bahkan Kapolres Ketapang menerjunkan pengamanan dari Satuan Brimob juga dan juga dari satuan Satuan Lalu Lintas.

Dalam sambutannya, Sekretaris DAD Ketapang Lukman menjelaskan,  ritual tersebut bertujuan untuk membersihkan daerah Kabupaten Ketapang dari berbagai rintangan dan riak – riak yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia tercinta.

“Ritual adat ini ada dua versi, pertama akan dilakukan oleh saudara-saudara kita Dukun Patara yang meliputi Simpang Hulu dan Simpang Dua, kemudian disusul Dukun Petara atau Mengubat Tanah Arai dari Dayak Pesaguan yang saat ini masih berada di Wisma Hulu Hungai,” jelas Lukman seraya mengucapkan salam khas dayak, “Adil Ka’talino Ba’curamin Ka’saruga Basengat Ka’jubata”

Usai pelaksaan ritual,  Bupati Ketapang Martin Rantan, SH  bersama rombongan meninggalkan lokasi dan menuju ‎kantor Bupati untuk memberikan pengarahan kepada 1012 tenaga ‎kontrak non PNS yang ada dil ingkungan Pemkab Ketapang. (Joko)

(dibaca 618 X)