CALEG SENYUM MASYARAKAT KETAWA

| Share on Facebook

554865_245794925557342_2098708748_a

Lensa Kapuas : Terompet pemilu mulai ditiup…tet..tetet..tetet..tete..e..e..et. Segudang caleg bekas, lama dan baru muncul kepermukaan teriak soal perubahan. Kalimat mohon dukungan yang bisa dikatakan tertuang tanpa beban moral sedikitpun terpampang megah di-spanduk mewah maupun baleho ukuran alakadarnya.

Patih Prambanan, Kordinator Akur Kalbar menuturkan sosialisasi caleg lewat berbagai cara guna meraih simpatik dimasyarakat terlihat jelas disetiap Kecamatan hingga merambah kepemukiman rumah penduduk.

Calon A datang bawa semen, batu dan pasir. Calon B mampunya cuma ngasih kerudung. Calon C bantu sumbang masjid. Calon D langsung bangun jalan. Calon E bawa nama suku. Calon F beri pupuk dan alat pertanian. Calon G tebarkan kegiatan sosial.

Calon H Cuma bawa mulut. Calon I bagi-bagi duit. Calon J janji pakai proyek aspirasi. Calon K keluarkan air mata. Calon L pidato program pembangunan kedepan. Calon M bicara soal kualitas. Calon N kagak mau repot cukup beli suara. Calon O belum berani nongol. Sementara Calon P hanya senyum-senyum saja.

Yang namanya dikasih, kata Patih, tetap diambil, itu rejeki bila perlu minta tambah. Kalau soal suara hati nanti dulu kita masyarakat cerdas, bukan bodoh dan masih punya martabat.

” Memilih wakil rakyat yang terjebak oleh alasan klasik dan mengabaikan wujud kualitas justru menghasilkan calon terpilihMenyongsong Perubahan Birokrasi Pemerintahan di KKR. Lanjut Baca ... » diluar harapan, tidak kredibel dan jauh dari prestasi, ” terangnya.

Dia menjelaskan, jika ada caleg bangun jalan dan kasih bantuan jangan dibayar pakai suara cukup senyum saja sambil ucapkan terima kasih. Tidak ada kewajiban bagi kita untuk mengganti pengeluaran yang sudah mereka sumbangkan.

Masyarakat pintar tidak ingin lembaga dewan menjadi markas para koruptor, preman berdasi, kumpulan pesilat lidah dan kelompok paduan suara. Makanya kita bongkar kebiasaan lama dan jadikan kualitas sebagai parameter dalam memilih seorang wakil rakyat. (Nov)

(dibaca 1285 X)