Calon PNS Harus Profesional dan Berkarakter

| Share on Facebook

IMG-20170213-WA0007

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Merujuk pada Pasal 63 UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN, ditegaskan bahwa calon PNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, motivasi nasionalisme, dan membentuk karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab serta memperkuat profesionalisme. Hal tersebut dikatakan Asisten III Lensus Kandri, SH, MH saat membacakan sambutan Sekretaris Daerah Prov Kalbar di Diklat, Senin (13/02).

Penyelenggaraan pelatihan yang dikembangkan oleh LAN RI dengan pola inovatif dan terintegrasi, kata Lensus Kandri, sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan dan mengaktulisasikan, serta membuatnya menjadi satu kebiasaan (habituasi) dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS yang profesional. Melalui penyempurnaan konsep tersebut, diharapkan dapat menghasilkan PNS professional yang berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, dan perekat serta pemersatu bangsa.

Dikatakan Asisten III Setda Kalbar, kini kita tidak lagi mengenal Diklat Prajabatan tetapi Nomenklatur Diklat Prajabatan telah diubah menjadi Pelatihan Dasar Calon PNS. Pelatih dasar calon PNS dianggap sebagai salah satu jenis pelatihan yang strategis pasca UU ASN dalam rangka pembentukan karakter PNS, dan membentuk kemampuan bersikap dan bertindak professional dalam mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial cultural, dengan menggunakan perspektif whole of government atau one government, yang didasari oleh nilai-nilai dasar PNS, serta kedudukan, dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada setiap pelaksanaan tugas jabatannya sebagai pelayan publik.

“Bapak Gubernur Kalbar pada setiap pertemuannya sering mengatakan, marilah kita bekerja sesuai aturan, dan saya harapkan BPSDM juga mematuhi hal ini, sekali lagi saya tekankan bahwa, pembangunan aparatur adalah persoalan yang serius, yang harus diperhatikan, dan  kita tidak boleh main-main untuk hal yang satu ini” ujarnya.

Tegasnya lagi,  berkaitan dengan diselenggarakannya pelatihan penerapan kebijakan dasar calon PNS ini diharapkan agar peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara penuh, disiplin dan tuntas. Apabila selama kegiatan ini
ada peserta yang tidak serius mengikuti sampai selesai, maka saya harapkan panitia untuk tidak ragu, untuk tidak meluluskan yang bersangkutan.

Bagaimanapun kegiatan ini telah menyedot dana yang tidak sedikit dan waktu yang panjang serta untuk peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan dasar calon kader PNS, sekembalinya ketempat tugasnya masing-masing. Saya harapkan untuk dapat mentransfer ilmu, pengetahuan, keterampilan yang di dapat selama pelatihan ini secara penuh. Sehingga keingnan untuk menciptakan aparatur yantg professional, berintegritas dan punya komitmen
membangun Kalimantan Barat tidak hanya sekedar angan-angan tetapi benar-benar teralisasi.

(dibaca 100 X)