Cari Dukungan Ulama Pertahankan Jabatan Kepala DSI

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, LANGSA –  Demi mempertahankan jabatannya dari Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa, Ibrahim Latif, kini sibuk mencari dukungan para ulama, Pimpinan Dayah, Santri
Dan Ormas se-Kota Langsa demi memperkokoh posisi jabatannya.

Demikian pernyataan Direktur LBH Bening, Sukri AsmaAksi Brutal Ketua Komisi I DPRA Dapat Kecaman. Lanjut Baca ... », kepada wartawan, Rabu (7/10), menanggapi pemberitaan terkait sejumlah Ulama, Pimpinan Dayah, Santri dan Ormas sangat mendukung polisi Wilayatul Hisbah (WH) dalam memberantas pertunjukan organ tunggal (keyboard) yang sudah mulai kembali marak di Kota Langsa.

Lanjutnya, kalaulah kita mau bicara secara jujur memang dimana di Langsa ini yang sudah ada pertunjukan keyboard yang sudah melampaui batas kewajaran dan anehnya ada sejumlah tempat seperti cafe-cafe tertentu masih juga menyediakan hiburan malam berupa karaoke.

Pergelaran musik keyboard sifatnya hanya berupa himbuan dari Pemko Langsa yang tidak boleh digelar melebihi batas waktu, tapi itukan sifatnya hanya himbauan saja bukan dalam bentuk qanun dan tidak ada sanksi hukum apapun.

“Kalaupun  mau bertindak tegas dan tidak tebang pilih maka semua cafe atau tempat hiburan malam yang ada di Kota Langsa ditutup saja,” ujar Sukri.

Dan ini kita ingin sampaikan ke permukaan bukannya kita alergi terhadap penyelenggaraan Syariat Islam di Kota Langsa, tapi maunya Kadis DSI jangan membuat tameng para ulama, santri dan ormas hanya untuk melanggengkan jabatannya dan hanya mencari popularitas semata dimata masyarakat.

“Subtansi persoalannya bukan ulama mendekati para pejabat melainkan pejabat itu sendiri yang harus merujuk kepada para ulama,” jelas Sukri.

Sambungnya, seperti kasus ajudan Walikota hingga saat ini belum juga ada kejelasan hukumnya, dan masih ada tumpuk kasus pelanggaran Syariat Islam yang belum bisa dituntaskan oleh Ibrahim Latif, apakah hukum syariat hanya berlaku tajam kebawah namun tumpul keatas.

“Kalaulah sebagai seorang pejabat yang dipercayakan memegang amanah seharusnya bisa melaksanakan tugas secara baik tanpa harus berpihak hanya untuk melindungi kepentingan pribadinya saja,” demikian terang Sukri.(Alam)

(dibaca 320 X)