Cegah Aliran Sesat, MPU Aceh Timur Sosialisasi Fatwa MPU

| Share on Facebook

angota MPU Prov

Anggota MPU Aceh, DR. Tgk.H. abdul Gani Isa, SH, MA sedang memberikan pemaparan materi dalam acara Sosialisasi Fatwa MPU di Kabupaten Aceh TimurMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... » yang didampingi oleh unsur Muspika Kecamatan Idi Timur.

LENSAKAPUAS, ACEH TIMUR – Banyak faktor penyebab berkembangnya ajaran sesat di Aceh dengan mudah dan pesat, diantaranya rapuhnya keyakinan atau tidak memahami persoalan iman dan aqidah secara benar yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, kurangnya pendidikan Islami dalam keluarga khususnya masalah Aqidah, kurangnya jumlah jam mata pelajaran agama di sekolah – sekolah umum dan perguruan tinggi, tidak mengamalkan Syariat Islam dalam kehidupan sehari – hari, tidak adanya pengawasan para orang tua terhadap anaknya, kurangnya pengawasan pemerintah terhadap ajaran aliran sesat, kurangnya penyuluhan agama dan pengajian dalam masyarakat, khususnya kajian Aqidah Ahlussunnah Wal Jamma’ah, kurangnya sosialisasi ciri – ciri ajaran sesat dan bahayanya serta tidak adanya aturan dan sanksi tegas terhadap pelaku ajaran sesat.

Hal tersebut dikatakan oleh Anggota MPU Aceh, DR. Tgk. H. abdul Gani Isa, SH, MA dalam acara Sosialisasi Fatwa MPU di Kabupaten Aceh Timur yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Aceh Timur tanggal 17 s/d 19 Mei 2016 yang diikuti sebanyak 75 orang peserta dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Peurlak Timur, Idi Timur, dan Kecamatan Nurussalam yang terdiri dari para Geuchik, Imum Gampong, Imum Mukim dan tokoh masyarakat.

Untuk itu , DR. Tgk.H. abdul Gani Isa, SH, MA mengajak semua ulama di Aceh pada semua lini untuk lebih banyak berada bersama umat, dengan kegiatan Amar Makruf Nahi Mungkar, baik berperan sebagai Da’i, Guru, Khatib dalam membentengi umat ditengah derasnya misi pendangkalan Aqidah di Aceh. 

Sejauh ini, MPU Provinsi Aceh sudah sangat proaktif dalam menyahuti berbagai masalah umat seperti mengeluarkan Fatwa dan Tawsiyah, antara lain Fatwa kriteria aliran sesat, Terorisme, Tariqat, pemberdayaan ekonomi umat Wakilah melalui alat komunikasi dan lain-lain. Sementara itu kepada MPU kabupaten/kota juga diharapkan untuk menindak lanjuti Fatwa – Fatwa MPU Aceh melalui penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus kepada para orang tua wajib proaktif membina, mengawal anak – anaknya baik ketika berada di rumah maupun di luar rumah dari aliran sesat dan budaya tidak sehat.

Sementara itu Ketua MPU Aceh Timur yang diwakili oleh Wakil Ketua Tgk. Azhar BTM mengatakan, tujuan dari sosialisasi Fatwa MPU itu agar Mukim dan pimpinan Gampong bersama para Tuha Peut wajib memperkuat Pageu Gampong dengan kegiatan membuat resam Gampong, menghidupkan rumah-rumah ibadah dengan Syi’ar, shalat berjama’ah, pengajian dan lain sebagainya. Sebab peran Lembaga Adat, Mukim, Geuchik, Teungku Imum, Tuha Peut dan Tuha Lapan di masing-masing wilayah sangat penting dalam upaya membuat aturan dan tertib Gampong sesuai dengan ’urf setempat untuk mengantisipasi aliran sesat, di samping mendukung pelaksanaan Syari’at Islam sekaligus dapat mengayomi umat melalui gerakan amar makruf nahi mungkar di semua lini dan strata kehidupan demi tercapainya atau tegaknya Dinul Islam khususnya dalam membentengi aqidah umat dari aliran sesat. (Alam/Mmg)

(dibaca 148 X)