Cornelis : Ancaman Nirmiliter Harus Diantisipasi !

| Share on Facebook

sosialisasi gub

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ancaman terhadap aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya bangsa Indonesia merupakan ancaman nirmiliter. Ancaman nirmiliter atau nonmiliter merupakan golongan ancaman pertahanan yang juga mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa yang tidak kasat mata, namun dampaknya langsung dirasakan di masyarakat. Seperti narkoba, pemasukan virus dan sebagainya.

“Penghancuran sebuah negara selain perang secara terencana terstruktur dan masif harus diantisipasi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui keluarga, supaya tidak terpengaruh dengan ideologi atau aliran yang merusak keutuhan negara,” kata CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », Gubernur Kalimantan Barat ketika membuka Sosialisasi Pertahanan Negara Nirmiliter di Hotel G Pontianak, Kamis (11/8).

Menurut mantan Bupati Landak itu, di Negara lain seperti di Australia, semua makanan yang berasal dari luar dilarang masuk, karena dikuatirkan ada virus yang tidak terdeteksi masuk dan mencemari Negara mereka. “Nah, dengan Sosialisasi Potensi Pertahanan Nirmiliter ini, bagaimana masyarakat kita tahan terhadap ancaman yang dapat membahayakan dirinya maupun keselamatan bangsa dan Negara ini, masyarakat kita harus tahan, jangan sampai tergoda dengan narkoba, karena kalau semua anak – anak kita sudah kena narkoba, maka Negara lain tinggal menguasai, tidak perlu perang konvensional. Kita bisa buktikan dalam sejarah Negara Cina, dahulu tidak mudah dijajah, tetapi Inggris menyodorkan candu, judi dan pelacuran, semuanya selesai,” beber Cornelis.

Dijelaskannya, risiko yang ditimbulkan dari ancaman nirmiliter dapat berimplikasi mengganggu stabilitas nasional. Terganggunya stabilitas nasional tidak saja menghambat pembangunan nasional, tetapi lambat – laun dapat berkembang menjadi permasalahan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Perbedaan agama dan etnik jangan menjadi persoalan, justru harus menjadi kekuatan untuk membangun Negara ini, karena kita berbeda sejak dulu. Indonesia ini terdiri dari beribu pulau, bermacam etnik dan agama, namun bisa bersatu. Itulah kekuatan negara yang tidak menggunakan stinger, kapal perang dan M16,” ulas Cornelis.

Namun orang nomor satu di Kalbar itu mengakui, kalau sampai terjadi perang dengan Malaysia atau Negara lain, maka dalam beberapa waktu akan tenggelam, karena secara energy Indonesia lemah, listrik belum mencukupi untuk menghidupkan peralatan perang, karena senjata perang modern hampir semua menggunakan energy listrik. Demikian juga dengan infrastruktur, sehingga dirinya sebagai Gubernur dalam menyusun perencanaan pembangunan di Kalimantan Barat menggunakan konsep pertahanan. Dibangunnya jalan paralel perbatasan berfungsi untuk jalur pertahanan dan jalur evakuasi masyarakat apabila terjadi peperangan. Namun dirinya juga menyayangkan jauhnya perbedaan fasilitas penjaga perbatasan antara Malaysia dan Indonesia, akibat belum sempurnanya infrastruktur. “Tentara kita patroli perbatasan berhari-hari berjalan kaki, tidak ada signal, manjat baru ada signal, ancore…!” ungkap Cornelis.

Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian yang diwakili Sekretaris Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNIKasdam Lepas Yonif 132/Bima Sakti. Lanjut Baca ... » Eko Budi S. menjelaskan, masalah pertahanan Negara bukan semata-mata tanggung jawab TNI, tetapi semua leading sektor seperti Pemerintah Daerah, untuk mewujudkan sistem pertahanan rakyat semesta, karena sekarang ancaman terhadap pertahanan Negara sudah bersifat multidimensional.

(dibaca 89 X)