Cornelis : Tagana Bekerjalah Demi Kemanusiaan

| Share on Facebook

tinjau dapur umum dinsos

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ketika menjadi Inspektur Upacara HUT ke-13 Tagana di Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Kamis (4/4), Gubernur Kalimantan Barat, CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » menuturkan, pada umumnya Tagana mempunyai tujuan untuk membantu masyarakat dalam menangani masalah.

“Saudara-saudara tidak boleh ada memilah-milah golongan dalam melakukan tugas sebagai Taruna Siaga Bencana (Tagana), bekerjalah demi kepentingan kemanusiaan, makanya ada sila Kemanusiaan yang adil dan Beradab, Jangan ikut-ikut orang yang intoleransi, nanti kalau anda intoleransi nanti bertemu yang bukan kelompoknya, lalu tidak mau bantu,” ujar Cornelis, yang dijawab siap secara serentak oleh peserta upacara dan juga  Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, para Kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.

Kehadiran Gubernur Kalimantan Barat Cornelis yang didampingi Ketua PMI Kalbar Frederika Cornelis, disambut jajaran pimpinan Tagana dan tarian penyambutan Dayak dari Sanggar Terabai.Dalam acara HUT ke-13 Tagana tersebut, Gubernur Cornelis memberikan insentif kepada para anggota Tagana, selain itu juga Mantan Bupati Landak itu meninjau peralatan yang ada pada Tagana untuk menghadapi bencana yang mungkin terjadi seperti Asap dan Banjir. Pada kesempatan itu, Cornelis juga meminta supaya bagian gudang atau yang berkewenangan menjaga asset bantuan bencana agar menjaganya dengan baik, tidak menjual barang tersebut untuk kepentingan pribadi, “urus baik-baik peralatan dan bantuan, jangan sampai ada yang merampoknya,” tegas Cornelis.

Plt Dinsos Kalbar, Yuline Marhaeni yang juga pengurus Tagana Kalbar menuturkan acara hut ke-13 Tagana sebagai rangkaian acara puncak yang digelar pada bulan maret 2017 di Pulau Seribu sesuai dengan arahan Kementrian Sosial RI.

“Kami atas nama Dinsos Kalbar mengucapkan selamat Tagana, acara ini sesuai dengan arahan menteri wajib merayakan di provinsi atau daerah masing-masing, karena diwaktu acara puncak dibulan maret di Pulau Seribu,” Katanya, Kamis (04/05/2017) ditemui usai upacara hut ke-13 Tagana di Halaman Kantor Dinas Sosial Kalbar.

Ia mengatakan, upacara hut tersebut juga sebagai wujud kepedulian bahwa tagana selalu siap dalam penanggulangan bencana.

“Walaupun peralatan relative belum memadai, namun tagana terus berjalan mengoptimalkan yang telah diberikan oleh Kemensos RI, dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dikatakannya pula, jika dihitung-hitung mengenai alat dan kekurangan maka akan selalu terjadi kekurangan, namun Ia tetap bersyukur dengan peralatan yang ada.

“Jadi jika ada bencana sudah siap untuk turun kelapangan,” Katanya.

Untuk saat ini, diakuinya Tagana sendiri belum menjalin kerjasama dengan instansi atau perusahaan swasta, dan baru berkerjasama dengan instansi pemerintah vertical maupun horizontal seperti PMI, BPBD dan organisasi yang peduli tentang bencana.

“Pada umumnya kerjasama dengan pihak swasta dilakukan secara spontan dan untuk seluruh daerah di Kalbar Tagana sudah mempunyai sekitar 760an anggota.” Pungkasnya. (humasprov/red)

(dibaca 167 X)