Cornelis Uji Coba Pejabat Pemprov Eselon III dan IV Selama 3 Bulan

| Share on Facebook

20170117130627-Foto

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », memberikan kesempatan tiga bulan kepada 991 Pegawai Negeri Sipil (PNS) eselon 3 dan 4 dilingkungan Pemprov Kalbar untuk bekerja dengan baik, “Para Pegawai Negeri Sipil atau ASN yang baru dilantik kembali ini mohon bekerja yang rajin, Kepala Dinas atau atasannya segera mengevaluasi, tiga bulan tidak bekerja dengan baik ajukan untuk diganti, atau diberhentikan, sudah waktunya kita merubah mental sikap bekerja dengan baik, jujur bertanggung jawab jangan semberono, jangan asal-asalan, karena memang tuntutan masyarakat sekarang ini agar pelayanan public semakin baik,” ujar Cornelis, ketika melantik Pejabat Eselon 3 dan 4 di Halaman Kantor Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... ». Senin (16/1). Hadir Wakil Gubernur Kalbar, Sekda, Fortkompinda, Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar, dan tamu undangan lainnya.

Menurut Cornelis, tuntutan masyarakat itu membuat ASN harus segera merevolusi mental dan pola kerja, karena kalau tidak maka akan ketinggalan jaman. Demikian juga agar bekerja sesuai aturan dan jam kerja yang berlaku. Kepala Dinas harus berani menegur anak buah, sehingga tercipta pola kerja yang bagus.

Pada kesempatan itu, Cornelis secara spontan yenyayangkan ada salah satu Pejabat Eselon yang pingsan ketika dilantik, mungkin saja menurutnya tidak sarapan atau fisiknya memang lemah, sehingga dirinya mengimbau dana kesejahteraan pegawai (Kespeg) agar digunakan untuk menambah gizi. “Tolong gunakan (Kespeg) untuk kesejahteraan fisik, jangan sibuk beli motor kredit sana-kredit sini, jual motor beli lagi yang baru, itu untuk meningkatkan kesejahteraan saudara, dengan gisi bagus otak kita bekerja dengan bagus.” terang Cornelis.

Pada kesempatan itu, Cornelis mengimbau agar ASN tidak menjual nama gubernur atau keluarga gubernur untuk kepentingan pribadi, “Jangan jual-jual nama gubernur, keluarga gubernur untuk kepentingan sendiri, tipu sana-tipu sini, rampok sana-rampok sini, kalau memang ada masalah silakan ngadap gubernur jangan menggunakan teknologi maki-maki kita,” tegas mantan Bupati Landak itu.

Dirinya meminta kepada pegawai agar menggunakan teknologi hanya untuk kepentingan bekerja, karena teknologi untuk mempermudah, mempercepat pekerjaan, “Jangan pasang DP itu ini tetek bengek di facebook, washap, instagram, jangan mainkan internet kantor untuk kepentingan pribadi, bekerja dengan benar, saya tidak menuntut macam-macam. Saya minta bekerja dengan benar sesuai dengan undang-undang.” Pungkas orang nomor satu di Kalbar itu. (humas/red)

(dibaca 222 X)