Dandim 1202/Skw Silaturrahmi bersama FKUB Kota Singkawang, Sambas dan Bengkayang

| Share on Facebook

1202-Silaturrahmi1

LENSAKAPUAS, SINGKAWANG -Dandim 1202/Skw Letkol Inf Nico Reza H Dipura bersama para tokoh agama dan masyarakat kota Singkawang, Sambas, dan Kabupaten Bengkayang (Sisayang) melakukan pernyataan sikap bersama untuk menjaga dan toleransi antar umat beragama berlangsung di aula Makodim 1202 Singkawang, Jumat (24/7) pekan lalu.

“Kegiatan ini dipandang perlu guna antisipasi kejadian di daerah Papua, jangan sampai meluas di daerah lain, “Kita akan berdayakan secara maksimal seluruh aparat yang ada untuk menganalisa suatu bentuk kejadian, ini dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik komunal dan menjaga agar kerukunan umat beragama tidak terpengaruh SARA.

“Diharapkan dari masing-masing Pemda nantinya untuk menindaklanjuti keputusan bersama Kementrian Agama RI hingga ke tingkat bawah, jadi ketika hari besar keagamaan tidak ada yang terprovokasi dan kita harapkan sampai menyentuh ke lapisan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan, lebih baik mengambil langkah-langkah pencegahan dengan mendiskusikan antisipasi konflik bersama tokoh agama dan masyarakat hingga statemen bersama. “Pemerintah daerah juga perlu mengambil langkah-langkah agar masyarakat lainnya tidak terprovokasi, saat ini kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas dalam kondisi kondusif,” ujarnya.

Ditempat yang sama Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sambas, H Ahmadi Muhammad mengatakan perlu dilakukannya antisipasi terjadinya konflik dengan melindungi kaum minoritas “Ini disebabkan kaum minoritas belum 100 persen bebas melaksanakan ajarannya,” Ahmadi meminta agar sosialisasi kerukunan antar umat beragama sampai ke akar rumputnya, katanya.

Hal senada juga disampaikan anggota FKUB Kota Singkawang, dr. H Sumardi bahwa, dirinya tidak terlalu banyak memberikan tanggapan, namun dia minta agar Forkuminda harus kompak. “Pengalaman kita bahwa Singkawang menjadi katup pengaman, kota Singkawang berlaku bagimu agamamu  dan bagiku agamaku. Kita harap saling bermitra, karena damai itu indah,” katanya.

Ketua Dewan Adat Dayak Sambas, Bonefasius Boni juga mengatakan sangat menyayangkan adanya konflik di Tolikara dan perlu disikapi dengan mengantisipasi agar konflik tidak terjadi. Hal ini juga disampaikan Sekretaris FKUB Bengkayang, Sukandar Dinata bahwa kondisi di Bengkayang kondusif dan tetap menjaga rasa toleransi antar umat beragama. (Redaksi)

Rilis : Pendam XII/Tpr

(dibaca 289 X)