Dandim 1207/BS Pimpin Rakor Sergab

| Share on Facebook

IMG_1881

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Komandan Kodim 1207/BS Kolonel InfJacky Ariestanto memimpin rapat koordinasi sergap IX TNI AD tahun 2017, yang dihadiri oleh Kadistan Kubu Raya Gandi, Kasdim 1207/BS Letkol Czi Darodi Agus, Danramil Batu Ampar Kapten Inf Sumadi, Danramil Pontianak Selatan Mayor Kav Anton Wahyudo, Plh Pasiter Kodim 1207/BS Mayor Inf Takjun Tanjung, Danramil Kubu Kapten Inf Tumiran,Danramil Teluk Pakedai Kapten Inf Saripin, Danramil Sei Kakap Lettu Inf A.Gaffar Ali, Danramil Sei Ambawang  Kapten Inf Supanggih, Lettu Kav Salam, Kapten Inf Slamet, Kepala Dinas Pangan Pertanian Pontianak Sudarmanta, Kasi PPHTP Distan Provinsi Kalbar Murti Mubarak, Dinas Pertanian Sei Kakap Efendi, Distan KKR Odillo dan para Babinsa di Aula Makodim 1207/BS Jalan Gusti Sulung Lelanang Pontianak (14/6/17), Rabu pagi.

Dandim 1207/BS Kolonel Inf Jacky Ariestanto dalam sambutannya mengatakan, dalam penyerapan gabah khususnya di wilayah Pontianak dan Kubu Raya masih belum maksimal, dikarenakan sebagian besar kondisi alamnya sangat luas yang sebagian besar menggunakan transportasi kendaraan sungai, hal ini jika para petani akan menjual ke Bulog kost biaya tidak sesuai.

Sedangkan yang dapat diserap oleh Bulog, lanjut Dandim, yaitu dari Kecamatan Sei Kakap dan Koramil Sei Raya.

Kendala di Lapangan dan alasan, Harga GKP sesuai HPP Rp.4.300 tidak sesuai dengan harga jual petani yaitu Rp 4.500 ini disebabkan biaya produksinya lebih tinggi, belum ada Impress,yang mengatur HPS (harga setempat), Unit Pengolahan Gabah Beras milik Divre Bulog Kalbar Di Wajo rusak, wilayah perairan KKR yaitu kecamatan yang jauh dari Gudang Bulog Pontianak tidak bisa Menjual gabah dikarenakan biaya transportasi tinggi, paparnya.

Dandim menegaskan Upaya yang dilakukan Tim Sergap adalah berkoordinasi dengan Instansi terkait Distan Kubu Raya dan Divre Bulog, mendatangi Gapoktan/poktan di kecamatan agar dapat informasi gabah, mencari informasi melalui Danramil dan Babinsa sebagai sarana komunikasi secara cepat dan tepat sasaran, mengecek dan mencatat yang mempunyai mesin giling padi.

Kondisi umum di lapangan, Harga jual gabah ditingkat petani berkisar antara 4.600- 5.500 di atas HPP gabah yang selama ini diserap oleh Bulog untuk program sergap selanjutnya dimasukkan sebagai beras komersil PSO dana ini kemudian diputar kembali untuk pembelian gabah berikutnya (adanya keterbatasan anggaran pembelian gabah), aturan standar mutu gabah yang ditetapkan oleh program sergab (perpres 3 tahun 2017) tidak sinkron dengan aturan Bulog yang sudah berlaku (inpres no.5), sulitnya menafsirkan harga gabah yang akan dibeli harus ada staf Bulog yang menafsir, belum ada sinkronisasi antara target serapan gabah Tim Sergap dengan target dari Bulog, wilayah Kabupaten Kubu raya sebagian besar perairan sehingga beban transportasi lebih tinggi, petani enggan menjual gabahnya kepada Bulog karena harga jualnya lebih rendah dari pasaran, tambahnya.

Realisasi penyerapan gabah hingga 13 juni 2017 Kabupaten Kubu raya target pertahun Kubu raya 18.079 , 0,35 persen, Kecamatan Sei Kakap, 9.319,750 , 0,67 persen, Kec.Sei raya 3.435,010, 0,00 persen  persen, Kec.Seiambawang 61,580  0,00 persen, Kec.Rasujaya 903,959, 0,00 persen, Kec.KualaMandor, 723,160 , 0,00 persen, Kec.Batu Ampar, 615,800, 0,00 persen, Kec.Terentang 543,370, 0,00 persen, Kec.Telukpakedai, 946,320, 0,00 persen dan Kec. Kubu 1.531, 060,00 persen, tukas Dandim.

(dibaca 49 X)