Danrem 121/Abw beserta Para Dansat Tes Urine Secara Mendadak

| Share on Facebook

photo_2016-04-26_14-30-05

LENSAKAPUAS, SINGKAWANG – Sebanyak 191 Komandan Satuan (Dansat) jajaran Kodam XII/Tanjungpura dilakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) tes urine oleh BNNK Singkawang dan tim Kesdam XII/Tpr saat mengikuti Apel Dansat di Lapangan Tembak Rindam XII/Tpr, Jl. Pasir Panjang Km 75 Desa Parit Panjang, Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (26/04).

Di hari kedua dalam kegiatan apel Dansat, usai melaksanakan olah raga aerobik lari sejauh 5,9 Km dan jalan santai menempuh jarak 6,9 Km para peserta dilakukan tes urine secara mendadak, guna memastikan para Komandan Satuan jajaran Kodam XII/Tanjungpura bersih dari Narkoba. Para Komandan Satuan yang berpangkat Perwira Pertama hingga Perwira Tinggi  diantaranya Komandan Korem 121/Abw Brigjen TNI Widodo Iryansyah pun dilakukan pemeriksaan tes urine oleh pihak Kesdam dan BNNK Singkawang dengan pengawalan yang ketat.

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 12/Khatulistiwa Kolonel Inf M. Muchidin selaku Ketua Penyelenggara Apel Dansat mengungkapkan bahwa pemeriksaan urine secara mendadak bagi para Dansat dilakukan atas perintah Panglima Kodam XII/Tpr  guna memastikan para Komandan satuan jajaran Kodam XII/Tpr bersih dari Narkotika.

“Apabila ada yang terindikasi Narkoba tentunya akan kita tindaklanjuti karena kita melakukan tes urine tidak berdiri sendiri, melainkan dari Kesdam dan BNNK Singkawang”, tegas Kolonel Inf Muchidin.

Harapan Kolonel Inf  M.  Muchidin tidak ada lagi prajurit TNI AD yang terlibat Narkoba karena tidak ada untung malah banyak ruginya yang akan merusak dirinya sendiri, keluarga, satuan dan institusi angkatan darat

Menurut dr Penny dari BNNK Singkawang menuturkan “Ini sudah merupakan perintah Presiden membrantas Narkoba, dan  BNN sebagai pendamping TNI untuk melakukan pemeriksaan para komandan satuan pada saat pelaksanaan apel Dansat, untuk menilai para Komandan satuan benar-benar bersih dari Narkoba, namun, untuk hasil tes urine diserahkan kepada pihak Kodam, kami dari BNN tidak berhak untuk mempublikasikan”, pungkasnya. Red

(dibaca 159 X)