Deklarasi Relawan Pendukung Jokowi Di Kalbar

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  “Untuk mengembalikan kedaulatan Negara seperti diamanahkan Pasal 33 UUD 1945 atas kekayaan sumber daya alam dan ekonomi yang ada di Seantero NKRI, berpihaknya kemajuan pembangunan ekonomi kepada rakyat, memudarnya esensi demokratisasi dalam kehidupan politik nasional serta hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, maka Indonesia perlu melakukan revolusi kebangkitan nasional baru melalui figur yang terpercaya sebagai Presiden RI,” ujar Vincent Julipin, Ketua DPD Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP) Kalbar saat pendeklarasian organisasinya di Warung Kopi D’ Campion Jl. Imam Bonjol Pontianak. Sabtu (24/08/2013).

Dalam keterangannya, Vincent Julipin mengatakan, rakyat sebagai arus kekuatan basis menilai figur amanah yang  mampu mengemban persoalan berbangsa dan bernegara dengan latar belakang dan rekam jejak yang teruji mengayomi harkat dan martabat rakyat adalah Ir. Joko Widodo. Oleh karena itu, kata dia, Kongres Relawan Jokowi Sedunia (15 Juni 2013) di Bandung, mengeluarkan manifesto politik yang menyerukan perubahan dan aksi nyata untuk merealisasikan kemerdekaan yang hingga kini hanya jargon, dengan mengusulkan dan mendesak semua Parpol dan mengumumkannya kepada publik sebelum Pilleg 2014, Mencalonkan Jokowi menjadi Presiden RI 2014.
.
Didampingi Achmad Rudy, Wakil ketua, Sekretaris Sumadi, Bendahara Cang Wui dan Ludovikus Villo, Vincent Julipin menjelaskan, Bara JP-2014 telah cukup objektif dan matang dalam mengkaji perjalanan berbangsa dan bernegara sejak pra kemerdekaan, era kemerdekaan, era orde baru, dan era reformasi. ” Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kehidupan yang kokoh melandasi perekonomian rakyat dan kesejahteraan rakyat. Saat ini rakyat Indonesia merindukan dan mencari figur kepemimpinan yang mempunyai kompetensi world class (kelas dunia) tetapi memiliki pemahaman grassroots (akar rumput) yang matang,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat sudah kehilangan kepercayaan kepada pemerintah. ” Rakyat Indonesia memerlukan Presiden yang benar-benar memihak rakyatnya. Bukan sekedar pemimpin yang berpura-pura, bahkan memberi keleluasaan memupuk kekayaan kelompok tertentu dan mempertahankan kekuasaan. Politik Transaksional semacam ini harus diakhiri, rakyat harus semakin berdaulat. Hanya dengan menegakkan hak-hak rakyat yang mampu mendorong partisipasi murni publik,” kata Vincent.

Oleh Karena itu, para ilmuwan dan seniman di Kalbar, kata dia, hendaknya memegang obor terdepan, supaya rakyat mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya dalam bungkus politik dan pembangunan. ” Ternyata yang terjadi adalah bentuk penindasan baru yang memiskinkan rakyat, menggadaikan massa depan bangsa dan negara,” tandasnya.
Adapun salah satu gerakan yang akan dilakukan Bara JP 2014 Kalbar, lanjut Julipin, menggalang dukungan kepada Jokowi sebagai Presiden 2014 berupa tandatangan  rakyat sebanyak-banyaknya sebagai bentuk gerakan arus bawah yang haus akan perubahan yang mendasar dan segera.

(alam)

(dibaca 910 X)