Demo Pelantikan Dewan, Mahasiswa Jadi Bulan-Bulanan Aparat

| Share on Facebook

korban kekerasan demo pelantikan dewan prop

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Rapat Paripurna Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan 65 Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat  Periode 2014 – 2019 pada Senin (29/9) diwarnai aksi unjuk rasaAksi unjuk rasa yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa kalbar itu, datang secara bergelombang. Gelombang aksi pertama berasal dari Jaringan Mahasiwa Peduli Demokrasi (Jarmasi) Kalbar yang beranggotakan KAMMI, BEM UNTAN, BEM STKIP, BEM IKIP, BEM MIPA, BEM Ekonomi. Kemudian disusul gelombang berikutnya, dari sejumlah organisasi  mahasiswa PMKRI, GMNI, HMI,  Solmadapar, dan KMKS.

Harapan untuk dapat menyampai aspirasi dan tuntutan mereka kepada anggota DPRD Kalbar yang sedang dilantik, terhalang oleh petugas kepolisian yang sudah siaga sejak pagi. Peserta aksi  terhadang di luar pagar gedung wakil rakyat.

Tanpa menghiraukan teriknya sengatan  panas matahari, peserta aksi terus berorasi menyampaikan aspirasi dan tuntuta mereka seraya sesekali mengumandangkan yel-yelnya. Upaya untuk berupaya masuk ke halaman gedung DPRD tak diijinkan petugas kepolisian, hingga terjadi aksi dorong yang berujung  baku hantam antar peserta demoUnjuk Rasa Solmadapar Buat Kapolda Baru. Lanjut Baca ... » dan aparat kepolisian.

Beberapa mahasiswa menjadi bulan-bulanan aparat. Setidaknya ada 4 aktivist mahasiswa yang mengalami luka dan memar di bagian wajah mereka, Abang Bashar ketua HMI Kota, Jumadi ketua GMNI, Hidayat dari SolmadaparUnjuk Rasa Solmadapar Buat Kapolda Baru. Lanjut Baca ... », dan Abdul Holis dari HMI.

“Kami datang ke sini baik-baik untuk menyampaikan aspirasi rakyat, seharusnya bisa diterima dengan baik. Tapi kami malah diperlakukan seperti ini, seperti teroris saja,” kesal Jumadi. (novi)

(dibaca 977 X)