Developer PT. Patogar Simaninggir Rugikan Puluhan Konsumen

| Share on Facebook

tagih janji pt patogarLENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Puluhan konsumen PT. Patogar Simaninggir, Jumat (15/08) siang  mendatangi  kantor developerKaki Tangan AK Aniaya Sariansyah. Lanjut Baca ... » pengembang perumahan tersebut yang berada di Jalan Dr. Sutomo No.47 Pontianak.  Kedatangan mereka yang sudah kesekian kalinya itu bertujuan untuk mengambil kembali uang muka (DP) pembelian unit rumah di Perumahan Graha Permata yang sudah dibayarkan. Bahkan, ada yang  sudah melakukan pembayaran secara lunas, namun hingga saat ini rumah yang dijanjikan tak kunjung dibangun pengembang.

Salah seorang konsumen, Joni  mengatakan bahwa Ia dan beberapa  konsumen lainnya sudah hampir 2 tahun menantikan pembangunan rumah yang telah dipesan tahun 2012 silam. Setelah sekian lama menanti, kata dia, rumah yang dijanjikan tidak kunjung dibangun.  “Saya sudah bayar DP sebesar Rp20 juta, tapi sudah lama tidak dibangun juga. Belakangan hari kita mendapat kabar kalau tanahnya bermasalah, jadi kita mau menarik kembali DP yang sudah dibayar. Juntak (Bos PT. Patogar Simaninggir) waktu itu sudah berjanji akan mengembalikan uang yang sudah dibayar, tapi hingga beberapa kali datang ke kantornya, sejak November 2013 sampai sekarang belum juga dikembalikan. Bahkan, dia (Juntak) telah berulangkali baik secara lisan hingga membuat surat pernyataan  untuk mengembalikan uang, tapi nyatanya sampai hari ini  belum juga  dikembalikan,” kata Joni tampak kesal.

Kekecewaan yang sama juga diungkap oleh konsumen lainnya, Zaini. “Kalau saya punya sudah bayar Rp135 juta untuk ambil unit ruko,”  ujarnya. Begitupun halnya Bertus, Opan, Didi, Yanes, dan rekan-rekannya yang lain, juga mengalami kerugian yang besarannya bervariasi. Rp5 juta, Rp10 juta, Rp20juta, Rp60 juta,Rp75 juta, hingga angka  ratusan juta rupiah.

Puluhan konsumen yang mendatangi kantor pemasaran developer kembali kecewa, bukannya mendapat kembali uang DP/uang muka sebagaimana yang dijanjikan sesuai surat pernyataan,  justeru sebaliknya. Pihak Developer, Ignatius Dhedy kembali mengumbar janji akan menyelesaikan semua hak-hak konsumen.

“Bapak Ibu bersabar, kita janji tanggal 28 Agustus ini semua akan diselesaikan pengembalian uangnya. Saya yang akan berada paling depan untuk membela hak-hak bapak ibu semua, percayakan sama saya,” umbar Dhedy kepada para konsumen. Para konsumen yang hadir ketika itu, tidak  mempercayai apa yang dikatakan Dhedy. Sebab sebelumnya, mewakili perusahaan pengembang, ia yang bertanda tangan dalam surat pernyataan.

Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, konsumen yang terlanjur kecewa memboyong Dhedy ke Kantor Kepolisian Polresta PontianakPolresta Pontianak Gelar Perkara 332 Kasus. Lanjut Baca ... » untuk dilakukan mediasi. Dhedy yang sedari awal mengumbar janji kembali mengeluarkan kata-kata serupa dengan nada tinggi di ruang penyidik kepolisian, yang membuat suasana sedikit panas.

Untuk mencari solusi, penyidik kepolisian Polresta Pontianak mengarahkan para konsumen untuk berdialog. Sebagai dasar bagi pihak kepolisian untuk bertindak, Kasat ReskrimPolresta Pontianak Gelar Perkara 332 Kasus. Lanjut Baca ... » Polresta Pontianak Kompol Aries Aminullah yang menemui  konsumen di aula Mapolres menyarankan kepada konsumen yang merasa dirugikan supaya membuat laporan atau pengaduan secara resmi dengan melampirkan bukti-bukti yang ada. (novi)

(dibaca 1374 X)