Dicecar Yansen Soal Tanda Terima LHKPN, KPU Lesu dan Coba Pakai “Jurus Ilmu Belut”

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, SEKADAU – Yansen Akun Effendy, S.H., M.Si, M.H. Bakal Calon Bupati Sekadau yang berpasangan dengan H. Saharudin, S.Ag, M.Si mencecar 5 (lima) Komisioner KPU Sekadau dengan pertanyaan seputar LHKPN yang dijadikan alasan KPU mendiskualifikasi dirinya sebagai Calon Bupati Sekadau 2015.  Menurut KPU, alasan digugurkannya Pasangan Calon (Paslon) Yansen – H. Sahar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Sekadau karena Surat Tanda Terima LHKPN dari KPK tanggal 5 Agustus 2015 tidak benar, itu setelah klarifikasi ke KPK.

“Kenapa hanya tanggal 5 Agustus saja yang diklarifikasi, tetapi yang tanggal 11 dan 18 Agustus tidak?” tanya Yansen. Kalau dikatakan melewati batas dan tahapan waktu perbaikan berkas, artinya semua berkas calon yang masuk diatas tanggal 7 Agustus tidak bisa diterima.

“Surat LHKPN Saharudin yang ketiga dan Pensong sama-sama tanggal 18 Agustus 2015. Kenapa pasangan Pensong – Amon diloloskan, tetapi pasangan kami digugurkan?” cecar Yansen.  Hebatnya lagi, salah satu calon lainnya yang juga diloloskan KPU saat ini, menggunakan laporan Surat Tanda Terima LHKPN tertanggal 06 Juli 2012 (empat tahun silam) sumber http://www.kpk.go.id/id/pantau-pilkada-2015.

Herman, Ketua Tim Pemenangan Yansen – H. Sahar meminta KPU untuk bisa menunjukan netralitasnya dalam Pilkada 2015. “Selama ini Pilkada Sekadau selalu aman dan kondusif. Jadi kami minta kepada KPU untuk transparan dan jujur. Sekarang era tehnologi, jadi rakyat tidak bisa dibohongi lagi, segala sesuatunya dapat diakses dengan mudah saat ini,” kata Herman.

Ia pun tidak menginginkan situasi yang kondusif saat ini diciderai akibat keputusan yang buat KPU yang dinilainya tidak profesional dan objektif, dengan menggugurkan pasangan calon yang diusung Partai PAN dan Golkar itu. “Jadi kami hanya mengingatkan untuk kebaikan daerah Kabupaten Sekadau,” tegas legislator Partai PAN itu.

broo

Gb.1 : Komisioner KP Sekadau Gb.2 : Laporan LHKPN Cabup/Cawabup Sekadau

Mendapat pertanyaan tersebut, Gusti Mahmud Buang didampingi empat komisioner lainya, yakni Marselinus, Tohidin, Nur Ihwani, dan Saban tampak sedikit lesu dan seolah berat untuk memberi jawaban. “Apapun yang disampaikan oleh Pak Yansen, intinya adalah memberitahukan kepada KPU berkaitan dengan keputusan KPU ke  Panwas, itu kami berterimakasih Pak. Kita akan menunggu apa yang akan disampaikan oleh Panwas kepada Kami,” ucap Gusti Mahmud, Ketua KPU Sekadau di ruang rapat KPU, Kamis (27/8).

Terkait permintaan untuk penundaan waktu pencabutan nomor urut, kata Gusti, tidak bisa dipenuhi karena proses tahapannya tidak bisa terganggu. “Kenapa kita menjawab bahwa proses pencabutan nomor urut tidak bisa dibatalkan, karena memang proses tahapannya tidak bisa berhenti,” kata dia. “Oleh karena itu, apapun yang bapak sampaikan tadi sudah kami catat. Dan proses selanjutnya disengketa di Panwas,” tandasnya.

Menyambung jawaban Gusti, Komisioner KPU Merselinus pun menanggapi tentang jadwal dan tahapan yang diminta akan segera dipenuhi pihaknya. Sementara mengenai penetapan calon dan nomor urut, apabila nantinya putusan Panwaslu mengabulkan permohonan pasangan Yansen-H. Sahar, maka KPU akan melaksanakan putusan tersebut.

“Yang disengketakan adalah Keputusan KPU, apabila Panwaslu dalam putusan nantinnya membatalkan Putusan KPU, maka kita akan melaksanakan penyesuaian kembali (nomor urut, jadwal kampanye, dan atribut pilkada), begitu juga sebaliknya,”  jelasnya.  (Tim)

(dibaca 804 X)