Diduga Kadiskes Kota Langsa Monopoli Kapitasi Pasien BPJS Kesehatan

| Share on Facebook
J

Klinik dr. Syarbaini, M.Kes Kota Langsa

LENSAKAPUAS, KOTA LANGSA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa diduga menggunakan pengaruh Jabatan untuk mendapatkan Kapitasi (jumlah kunjungan pasien) untuk memperoleh sebanyak-banyaknya kunjungan pasien persalinan, agar mendapatkan klaim ‘Reward’ (penghargaan red) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Langsa.

Hal ini dikatakan Kadiv Kesehatan DPC LSM Perintis Zulfadli sebuah warung ‘coffee corner’ di Kota Langsa, dijelaskan Fadli bahwa setiap pasien Jampersal akan diklaim jasa medis sebesar Rp.850.000 oleh Bidan Praktek Swasta ataupun klinik yang membantu persalinan sang pasien sejak awal hingga pasen melahirkan (perpaket).

“Ironisnya, setiap Bidan Praktek Swasta (BPS) dan Bidan Desa diwajibkan melakukan MoU dengan Klinik dr. Syarbaini, M.Kes. milik Kadis Kesehatan yang juga merupakan Pengawas BPJS di Kota Langsa,” papar Zulfadli. Selain itu tambah Zul, Jasa Pelayanan Medis selain melahirkan, BPJS mengklaimm per kepala per kunjungan bagi puskesmas maupun klinik yang ada melayani pasien BPJS. “Jika saja ada Bidan Desa maupun BPS yang tidak melakukan MoU dengan Kadis jangan harap BPJS mau membayar Jasa Medis yang telah mereka lakukan. Hebatnya lagi, terhadap klinik dr Syarbaini M.Kes, pihak BPJS memberikan kuota ( kapitasi) sebanyak 10 ribu kunjungan, yang setiap bulannya dapat diamprah ke BPJS Rp10.000 per kujungan, ada atau tidaknya kunjungan. BPJS Kesehatan tetap membayar,” ungkap Zulfadli yang juga mantan Aktivis mahasiswa Universitas Samudera Langsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Dr.Syarbaini M.Kes ketika dijumpai di kantornya minggu lalu, tidak bersedia memberikan klarfikasi dan mengelak. Staffnya Nurmalia, Kasi Jamkesmas yang diarahkan untuk ditemui terlebih dahulu,  tidak ada ditempat. Sehingga apa yang dibutuhkan wartawan tidak didapati.

Secara terpisah, Kepala Cabang Badan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Langsa Dr. Zoni Anwar Tanjung di dampingi Kepala Unit Mahyuddin, S.E., Senin (12/1), di ruang kerjanya menjelaskan bahwa setiap amprahan klaim Jasa Medis BPJS pihak BPJS tetap diakukan evaluasi kebenarannya. “Saat ini jumlah pasien yang terdaftar di BPJS Kesehatan untuk Kota Langsa sebanyak 145.592 peserta yang terdafar di BPJS Kesehatan.”

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Langsa, sangat jelas bahwa Kadiskes Kota Langsa yang juga pemilik Klinik itu mendominasi jumlah kunjungan pasien, baik pasien umum maupun pasien bersalin. Dengan jumlah mencapai 50% kapitasi di Klinik Dr. Syarbaini M.Kes.

Sementara, menurut data yang diperoleh. Jumlah pasien bersalin sepanjang tahun 2014 dari 5 Puskemas yang ada, yakni Puskesmas Langsa Kota 153, Puskesmas Langsa Lama 71, Puskesmas Langsa Baroe 183, Puskesmas Langsa Barat 159, Puskesmas Langsa Timur 133, Klinik Ramala 1 dan Klinik dr. Syarbaini M.Kes berjumlah 696. Jadi secara keseluruhan pasien bersalin untuk tahun 2014 di Kota Langsa mencapai angka 1.396. Sebuah angka kelahiran yang fantastis di Kota Jasa ini.  (alamsyah)

(dibaca 1154 X)