Digugurkan Pokja, PT. TMU Akan Gugat Dinas PU Sekadau

| Share on Facebook
junaidi advokat
Junaidi, kuasa hukum PT. TMU

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – PT. Tri Mandiri Utama (PT. TMU) yang digugurkan oleh ULP Kelompok Kerja Pengadaan Barang / Jasa (Pokja) di Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau Kalbar bakal melakukan gugatan hukum. Hal tersebut disampaikan oleh Junaidi, SH, MH kuasa hukum PT. TMU pada Jumat (18/3/2016) kepada sejumlah wartawan di Pontianak.

Dalam keterangannya, Junaidi menjelaskan bahwa kliennya PT. TMU beberapa waktu lalu ada mengikuti lelang proyek secara online melalui LPSE di Dinas PU Sekadau. Proyek dimaksud ada 2, yakni peningkatan Jalan Bordan Nadi – A. Yani senilai  Rp7,53 Milyar dan proyek peningkatan Jalan Gonis Rabu – Sei Ayak  senilai Rp10,39 Milyar.

Setelah memasukan penawaran melalui LPSE dan diproses Pokja sesuai jadwal yang sudah ditentukan, kata Junaidi, PT. TMU pun diundang oleh Pokja. “Ada 2 undangan, yang pertama untuk kegiatan Jalan Bordan Nadi dan kedua untuk pekerjaan Jalan Gonis Rabu – Sei Ayak. Surat undangan perihal undangan klarifikiasi data penawaran dan verifikasi data kualifikasi yang disampaikan Pokja itu juga secara jelas menyatakan bahwa berdasarkan Penyampaian Dokumen Penawaran, Pembukaan Dokumen Penawaran, Evualasi Dokumen Penawaran, Koreksi Arismatik, Evalusasi Administrasi, Evaluasi Teknis, dan Evaluasi Kewajaran Harga. Harus hadir tanggal 10 Februari 2016,” ujar dia.

Pada tanggal 10 Februari itu, lanjut Junaidi, Dirut PT. TMU kemudian datang bersama Agus Sapri. “Pada saat itu Pokja menjelaskan bahwa hasil pembuktian kualifikasi, PT. TMU dianggap lengkap. Datanya ada. sudah dianggap lengkap, pada saat itu juga dibuatkan Berita Acara (BA) oleh Pokja dan ditandatangi oleh Eka selaku Dirut PT. TMU. Ketika itu Pokja secara lisan menawarkan kepada pihak PT. TMU untuk memilih paket, apakah memilih yang Rp10 Milyar atau Rp7 Milyar, oleh PT. TMU dipilihlah paket Rp7 Milyar,” ucapnya meniru pernyataan Dirut PT. TMU.

Namun anehnya, kata dia, pada tanggal 19 Februari 2016 pihak Pokja malah mengeluarkan Berita Acara (BA) hasil lelang proyek yang menyatakan bahwa hanya ada 1 calon pemenang tunggal saja dalam proyek tersebut, yaitu PT. Benua Adau Group dan bukan PT. TMU.

“Atas BA hasil lelang itu, kemudian pihak PT. TMU mengajukan sanggahan. Sanggahan yang diajukan oleh PT. TMU itu dijawab oleh Pokja yang menerangkan  bahwa PT TMU gugur  pada saat persyaratan administasi, evaluasi administrasi, dan persyaratan evalusasi teknis. Disinilah letak kesalahan Pokja yang menyalahi aturan yang berlaku yaitu Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan 4 kali perubahannya. Ada disampaikan dalam penjelasan surat kita,” jelas  Junaidi. (Novi)

(dibaca 572 X)