Diknas Kota Tertutup, Ortu Bertanya

| Share on Facebook
Ist/Ft.

Ilustrasi/Ft.tubasmedia.com

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Banyak kalangan menilai pekerjaan konstruksi serta pengadaan barang dan jasa milik Diknas Kota Pontianak tidak transparan. Dua LSM dan orang tua murid minta agar lembaga yag ngurusin pendidikan dapat menjelaskan secara detail terkait proyek pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa baru miskin senilai Rp.4.274.500.000,00.

“Kalau Diknas tidak ingin disebut koruptor,  ya.. ngomong dong saat kami konfirmasi. Jangan sembunyi, cuek, dan seolah-olah tidak tergoyahkan,” ujar Arif, personil Lembaga Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan Indonesia (LP2KI) Kalbar yang getol bicara soal kualitas pendidikan.

Ia mengatakan, publik harus tahu tujuan proyek pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin. Terutama bentuk barangnya seperti apa dan distribusinya kemana saja, termasuk pembangunan gedung sekolah. “Publik harus tahu, paling tidak orang tua murid bisa paham maksud dari program tersebut,” terang Arif sambil menarik rokok U Mild punya temannya yang sisa sebatang.

Ungkapan Arif sangat argumentatif mengingat setiap penerimaan siswa diawal tahun ajaran baru selalu diibebani oleh uang pendaftaran untuk bayar gedung sekolah, buku cetak, maupun seragam yang nilainya gila-gilaan. “Saya pusing pak, mau daftar sekolah saja berjuta-juta, padahal gedung sekolah dibangun pemerintah dan ada pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin lagi,” ungkap Erma, ibu rumah tangga yang tinggal di Pontianak Utara.

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Mulyadi, tidak bersedia ditemui dan selalu menghindar saat akan ditanya soal itu.  (Red)

(dibaca 817 X)

None found.