Dilaporkan Ke Polsek, Baso Hasan Malah Tantang Polisi Jemput

| Share on Facebook
images (2)
Ilustrasi/hatenews.com

Baso Hasan : Sy Tgu Laporannya Kok Belum Ada Jemput Saya Lagi

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA – Dugaan tindakan penganiayaanPolisi Maen Hajar' ARKB Tuntut Tanggungjawab Kapolda. Lanjut Baca ... » yang dilakukan oleh oknum pejabat Dinas Pehubungan dan Kominfo Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Baso Hasan, MT kepada TS, wartawan Brantas pada Kamis (19/05) pekan lalu sudah dilaporkan ke Polsek Sektor Sei Raya.

Atas kejadian yang menimpa dirinya, korban TS meminta kepada aparat kepolisian Polsek Sungai Raya untuk bisa memproses hingga tuntas sesuai perbuatan pelaku.

“Perilaku Baso Hasan yang sangat kasar dan beringas itu sangat tidak pantas dan tidak sejalan dengan semangat revolusi mental yang digaungkan pemerintahan Jokowi. Terlebih Hasan Baso sebagai pejabat publik yang punya kewajiban memberi pelayanan yang baik terhadap siapapun warga masyarakat yang mau bertemu dan penjelasan sesuai dengan tupoksi dia,” kesal TS. 

Dihubungi terpisah, perilaku Hasan Baso ketika dimintai klarifikasinya terkait alasan melakukan tindakan tersebut justeru semakin menunjukan sikap arogansinya. Bahkan ia mengakui tindakan yang ia lakukan terhadap korban TS dengan alasan sediri.

“Sy manusia biasa yang punya batas kesabaran, selama inikan sy dianggap takut dan lemah. ada saatnya kapan sy harus mengambil sikap, tentu sy pnya alasan apa sbb sy sampai melakukan hal tsb,” aku Hasan.

Ditanya lebih lanjut mengenai alasannya dimaksud, Baso Hasan malah menghardik. “Kamu ini tahu atau tidak sih kejadian sebenarnya? Atau kamu cuma sok tahu aja atau cuma katanya2…,” tulis dia melalui pesan singkatnya tanpa memberi penjelasan alasan dirinya melakukan penganiayaan.

“Kebanyakan org2 spt kamu cuma tau katanya2 aja, kalo konfirmasi terkadang ditanya balik malah kebanyakan bengong spt org begok, krn apa? karena kalian cuma sok tau dan cuma katanya2, kalian semua sama ajalah…,” jawabnya lagi via SMS.

Disinggung, tentang adanya laporan korban ke pihak kepolisian.  Hasan Baso malah menantang balik aparat kepolisian untuk menjemput dirinya.

“Sy sdh tgu laporannya kok belum ada jemput sy lagi. penganiayaan? anda tau jenis penganiayaan itu spt apa? tau apa sih anda tentang hukum, koran anda aja senin kamis dan tidak jelas terbitnya,” ucap Hasan dengan angkuhnya.

Bahkan permintaan komentar ke Gubernur atas sikap arogansi jajarannya, dianggap santai oleh  Baso Hasan.

“Pak Gubernur tdk akan tanggapi dan merespon apa yang kamu minta, krn pak gub dan kadis sudah tau akar permasalahannya. mereka tdk akan tanggapi wartawan abal2 spt kamu,” tulisnya lagi.

Sementara, Kanit Reserse Polsek Sei Raya, IPDA Kusno, ketika dikonfirmasi menjelaskan, terkait kasus tersebut pihaknya akan tetap memproses, dengan melakukan pemanggilan para saksi, pelaku, dan korban. “Akan kita proses, dalam waktu dekan akan kita panggil semua, namun terlebih dahulu kita upayakan jalur mediasi, apabila ada pihak yang tidak puas, akan kita limpahkan ke Mempawah,” ucap Kanit.

Terkait tantangan yang dilontarkan Baso Hasan melalui pesan singkat, Kanit enggan berkomentar banyak. “Itu mungkin dia berani lewat telpon, coba kalau di sini nanti, akan beda,” kata IPDA Kusno.  ‎

Mengenai pasal yang dikenakan, menurut perwira pertama di Polsek Sei Raya itu, pelaku diancam pasal berlapis. “Pasal yang dikenakan tentang perbuatan tidak menyenangkan dan penganiayaan,” timpal Kanit ketika ditemui di ruang kerjanya Polsek Sei Raya, Senin (23/05).

(dibaca 563 X)