Diskusi Anak Muda Cerita Soal Pemimpin

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Beberapa OKP gelar Serasehan Anak Muda. Tema yang dikumandangkan “Untuk Mewujudkan Pemilihan Walikota dan Wakil walikota Pontianak 2013 yang adil Demokratis dan bermartabat”.  Kegiatan dilaksanakan di Warkop D’Campion Jl. Imam Bonjol Kota Pontianak. Rabu sore (28/08/2013) yang diikuti oleh puluhan anggota BEM se-Kota Pontianak, Mahasiswa, OKP, Ormas, serta Pelajar Kota Pontianak. Pembicara, DR. Zulkarnaen, Dosen FISIP  Untan Pontianak.

OKP tersebut diantaranya : HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia). “ Di Warung Kopi ini lah kita bebas berbicara. Jangankan Rakyat  kecil dan mahasiswa, Presiden pun bebas untuk  berbicara,“    kata      DR Zulkarnaen didampingi Ahmad Saufi, Ketua HMI, Sumadi, Ketua GMNI, Antonius, Ketua GMKI dan Lorensius Gerry, Ketua PMKRI Pontianak mengawali pembicaraanya.

Ia menjelaskan, isu yang diangkat dalam diskusi,  intinya menyangkut pelayanan publik, kesejahteraan, keadilan dan demokrasi di Kota Pontianak. “Saat ini, pelayanan publik merupakan persoalan yang serius dan mudah dijatuhkan. Karena dapat dilihat secara nyata melalui hasil pembangunan,” ujar Zulkarnaen.  Untuk itu, kata dia, Walikota harus mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan menunjukan hasil kinerja semasa menjabat.

Postur ABPD Kota, lanjut Zulkarnaen, sudah cukup bagus, namun masih perlu  ditingkatkan lagi. Menurutnya, Kabupaten diluar Kota Pontinak lebih dari 50% masih belum dapat merealisasikan pembangunan dengan hasil optimal. Dia berharap, dalam segala aspek Pelayanan Publik harus mampu memberikan pelayanan, sehingga tidak menghambat proses pembangunan termasuk dengan kemitraan pihak swasta. Begitu pula terhadap aturan (Perda), guna mendukung pembangunan daerah.

Zulkarnaen menyebutkan, Visi dan Misi Calon Walikota dan Wakil WalikotaEdi Kamtono Optimis Menang Satu Putaran. Lanjut Baca ... » jangan hanya sebatas wacana, namun harus benar-benar dijalankan secara terukur. “Dari enam Kandidat pasti ada yang terbaik. Paling tidak Visi dan Misi yang ditawarkan riil sesuai dengan apa yg tertulis,” tegasnya.

“ Kencenderungan masyarakat berpikir siapapun yang menjadi pemimpin tidak akan berpengaruh kepada mereka. Dilain sisi, kita perlu mengajak masyarakat dan pemuda agar bermanfaat dalam memberikan hak suara,” tutur Zulkarnaen.

Dalam kesempatan yang sama, Sumadi, Ketua GMNI Pontianak,berkeinginan mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berpolitik. Karena menurut penilaian dia, pemuda saat ini masih banyak yang  apatis. “ Mahasiswa dan pemuda harus mampu berperan dalam upaya mendorong pembangunan dan ikut serta mengawasi proses pemilukada. Masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Calon, meskipun sudah ada Panwaslu,” kata Sumadi.

Hal senada juga diutarakan Ketua HMI Pontianak, Ahmad Saufi. Ia berpendapat, sarasehan digelar dalam rangka menyatukan Visi dan Misi calon yang berkaitan dengan pelayanan publik, agar hasil pemilukada benar-benar berkualitas. “ Kita semua perlu melakukan pengawasan dan kontrol sehingga pemilukada memiliki kwalitas yang baik, sehingga sosok pemimpin yang diharapkan masyarakat dan elemen mahasiswa serta pemuda yang tergabung dalam aksi-aksi diskusi bisa terwujud,” pintanya.

Tidak beda dengan Lorensius Gerry, Ketua PMKRI Pontianak. Ia mengajak para pemuda dan mahasiswa mengawal demokrasi dan berperan aktif menghadapi pesta demokrasi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Apalagi Visi dan Misi calon Walikota PontianakPilwako Damai, Enam Kandidat Sepakati 6 Poin Penting. Lanjut Baca ... » menjadi barometer pembangunan Kalbar. Disini tentu masih banyak persoalan yang harus ditata kembali. “ Saat ini bukan waktunya untuk aksi turun ke jalan, tetapi diskusi yang dapat mengakomodir kritik maupun saran sebagai kontrol terhadap pelayanan publik,” ajaknya.

Antonius, Ketua GMKI Pontianak sependapat dengan Gerry.  Pontianak, katanya,  merupakan barometer Kalbar dan kemajuan pembangunan. Banyaknya soal pelayanan publik perlu diperbaiki  untuk meningkatkan pembangunan, makanya kita harus mampu memilih seorang pemimpin yang sanggup membangun secara merata.

(alam)

(dibaca 726 X)