DPC SBSI Ketapang Himbau Perusahaan Rekrut 60 % Tenaga Lokal

| Share on Facebook

13866807_693286264155263_50118834_n

LENSAKAPUAS, KETAPANG – Banyaknya investasi yang masuk ke Kabupaten Ketapang ternyata belum mampu membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat lokal. Ironisnya, masih banyak tenaga kerja lokal di perkebunan kelapa sawitPeluang Pengadilan Jalanan Terbuka Lebar. Lanjut Baca ... » nasibnya memprihatinkan, sebagaimana diungkap oleh Lusmito Dewa, Ketua DPC Serikat BuruhKorwil SBSI Protes Disnakertrans Kalbar. Lanjut Baca ... » Sejahtera Indonesia (SBSIKorwil SBSI Protes Disnakertrans Kalbar. Lanjut Baca ... ») Kabupaten Ketapang, Sabtu (30/7/2016).

“Saat ini sudah terbentuk DPC SBSI Kabupaten Ketapang, yang ditingkat pusat diketuai oleh Mochktar Pakpahan. Saya sangat prihatin masalah tenaga kerja di Ketapang ini. Pertama, masalah hak – hak pekerja masih banyak diabaikan oleh kaum kapitalis pengusaha itu sendiri,” ujar Lusmito Dewa yang juga bagian advokasi di Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang Bidang Tenaga Kerja.

Contohnya, kata dia, masalah THR yang sudah diatur dalam Permenaker No. 6 tahun 2016, namun masih ada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang membayar THR dibawah upah minimum. Selain itu, sambungnya, masih ada juga perusahaan perusahaan yang menggunakan tenaga kerja kontrak atau pegawai kerja tidak tertentu. “Semestinya pegawai yang bekerja sudah 1 tahun lebih, wajib diangkat menjadi pegawai tetap. Karena perusahaan perkebunan sawit sifatnya kontinyu atau berjangka panjang,” kata Lusmito.

Untuk itu, Ketua DPC SBSI Ketapang itu berjanji akan memperjuangkan apa yang menjadi persoalan yang dihadapi tenaga kerja di perkebunan sawit. “Kami DPC akan memperjuangkan itu. Tentunya kita akan lakukan pendekatan dari hati ke hati, baik kepada pengusaha maupun pemerintah, agar kesejahteraan tenaga kerja dapat tercapai sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tutur Dewa.

Dijelaskannya, bahwa hingga saat ini pihaknya sudah membentuk beberapa Pengurus Komisariat (PK), antara lain PT. Arrtu Grand Eagle di Negeri Baru dan PT. Kayong Agro Lestari di Manjau. “Malam minggu ini kita akan membentuk PK di PT. Limpah Sejahtera. Saya diundang oleh pekerja untuk membentuk PK,” kata Lusmito Dewa.

Mengenai penyerapan tenaga kerja, Ketua DPC SBSI Ketapang itu pun berharap sekaligus menghimbau kepada semua pihak, khususnya tokoh adat di Ketapang, agar bisa bersama – sama memperjuangkan ke perusahaan untuk menyerap tenaga kerja lokal dengan komposisi proporsional, yakni 60 : 40. “Maunya kita 60% tenaga kerja dari masyarakat Ketapang, terutama masyarakat yang berada di sekeliling perusahaan itu berada,” harap Dewa.

Sebab yang terjadi selama ini, kata dia, justeru sebaliknya. Tenaga kerja lebih banyak dari luar Ketapang. “Ini yang mesti menjadi perhatian Pemda terutama Bupati. Soal SDM sebenarnya kita tidak kalah dari tenaga kerja luar, padahal investasi besar di Ketapang, namun hanya sebagian kecil saja masyarakat Ketapang yang merasakan manfaat dari kehadiran investasi tersebut. Nah, inilah yang mesti kami luruskan dengan membicarakannya dengan pihak perusahaan, pemerintah daerah, dan legislatif, agar semua pihak merasa tidak ada yang dirugikan,” tandas Dewa.  Joko/Red

(dibaca 100 X)