DPD AWI Kalbar Bangun Kemitraan Masyarakat Lewat Media Center

| Share on Facebook

dpd awi kalbar publish

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Media Center Aliansi Wartawan  Indonesia  (MC-AWI) merupakan program yang menjadikan masyarakat sebagai mitra public dalam memecahkan masalahmasalah yang terjadi di tengah masyarakat. “Dengan melibatkan masyarakat setempat dalam menjalin komunikasi yang lebih baik,  sehingga permasalahan-permasalahan yang ada di tengah masyarakat bisa dipublikasikan lewat media dan dapat diselesaikan secara berkeadilan.” Demikian diungkapkan Ketua DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalimantan Barat , Budi Gautama saat ditemui LensaKapuas , Kamis (17/09) lalu.

Ketika ditanya apa yang melatar belakangi dibentuknya program MC-AWI  ini, Budi mengatakan, sebenarnya MC-AWI  ini sudah ada sejak dahulu. Cuma namanya agak berbeda yakni MASKOT  AWI yang tersebar di 14 Kabupaten Kota  dengan melakukan investigasi dan control social terhadap kinerja pemerintahan  di setiap pelaksanaan kegitan pembangunan insfrastrukrur yang ada di daerahnya masing-masing.

Sesuai perkembangan yang ada saat ini dan personil yang ada,  “Oleh sebab itu, sudah sewajarnya  program tersebut perlu kita kembangkan kembali dengan program yang baru dan lebih menyentuh masyarakat khususnya di daearah terpencil dengan nama Media Center (MC-AWI) ,” jelasnya. Lanjutnya lagi , yang melatarbelakangi dibentuknya program ini juga dipicu oleh perkembangan kebutuhan akan informasi sangat diperlukan  dan akan mempersempit sekaligus menurunkan angka penyimpangan norma-norma yang dilakukan oleh oknum pemerintah maupun masyarakat.

Di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, lanjutnya, sudah dilaksanakan tanpa memandang golongan. “Dari yang yunior sampai senior semuanya sama di mata Aliansi Wartawan Indonesia (AWI),” kata Budi. Tujuan dibentuknya MC-AWI, lanjutnya,  untuk mengurangi tindakan-tindakan Kriminal dan penyimpangan baik secara langsung maupun tidak langsung. “Adapun strateginya, dengan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam memantau dan memberikan info terhadap pelaksanaan kegiatan positif maupun negative   yang ada di lingkungannya.”

Penerapannya di tengah masyarakat, jelas Budi, wartawan hadir di masyarakat untuk menyaksikan sendiri permasalahan-permasalahan yang ada. “Pengurus yang tergabung di MC-AWI ini sendiri terdiri dari berbagai elemen, seperti komunitas petani, nelayan, tukang oplet, tukang becak,  tukang ojek dan lain-lain yang langsung membaur bersama masyarakat,” terang Kepala Humas AWI Kalbar.

Selanjutnya, kata dia, bagi anggota DPD dan DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI)  yang tidak melaksanakan program ini akan ada sanksi khusus dari organisasi. “Namun, apabia seluruh DPC memberikan pembinaan terhadap masyarakat dan menjalankan program ini, tentu akan mendapat nilai plus dan akan diberikan kenaikan jabatan. Atau sebaliknya tidak akan mendapatkan apa-apa,” tegas Budi.

Ia meyakini, jika program MC-AWI  ini bisa diterapkan di tengah masyarakat secara luas, maka akan tercipta hubungan yang baik antara Wartawan dan masyarakat. “Dengan adanya kontrol social ini, diharapkan  masyarakat sadar akan keberadaan wartawan di lingkungannya dan sangat membutuhkan wartawan dalam menerima informasi maupun memberikan informasi yang ada di daerahnya,” tukas Budi.

Oleh sebab itu, tandasnya, terbentuknya program MC-AWI, hendaknya dapat didukung oleh semua lapisan masyarakat. “Agar masyarakat benar-benar bisa merasa memiliki hak dan kewajibannya dalam kehidupasn berbangsa dan bernegara.”  (novi)

(dibaca 1135 X)