Dugaan Rekayasa Kasus Besi Eks. PT. KWI Ketapang Akan Dibongkar di Persidangan

| Share on Facebook
Lilis Tjahaja

Lilis Tjahaja saat sidang saksi pada hari Kamis (8/1) di PN Ketapang (foto:suhardi)

Lilis Tjahaja : “Sebelumnya juga Michael suruh Kasidi alias Ahok paksa saya tanda tangan dokumen palsu surat jual beli ganti nama. Kuitansi tanda terima juga dipaksa ganti nama dari Michael alias Tjoa Khi Heng ke Kasidi alias Ahok, sedangkan dokumen asli tidak dibatalkan.”

LENSAKAPUAS, KETAPANG  –  Saksi Lilis Tjahaja berjanji akan membongkar dugaan rekayasa  kasus besi eks. PT.  Kawedar Wood Industry (KWI), Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat pada  persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Ketapang senin (12/1) mendatang.

Kepada sejumlah wartawan yang meliput persidangan keenam, Kamis (8/1) kemarin, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Lilis Tjahaja yang dijadikan terdakwa oleh penyidik itu mengungkapkan bahwa dirinya akan membongkar dugaan rekayasa dan ‘kongkalikong’ dalam kasus  besi eks. PT. KWI.

Berikut pengakuan yang Lilis kepada wartawan. “Ini yang sebenarnya, korban dijadikan tersangka. Saya menjual besi skrap dengan hitungan perkilogram ke bapak Michael alias Tjoua Khi  Heng. Dalam perjanjian, harganya Rp3.200 perkilogram, tetapi Michael paksa pakai sistem Draf Tongkang,” ujar Lilis.

Dengan begitu, kata dia, atas pola ‘Draf Tongkang’ yang ditetap itu, dirinya menjadi korban yang akhirnya mengalami kerugian, sebab ia tidak mengerti seperti apa perhitungan cara ‘Draf Tongkang’. Anehnya, sambung Lilis, sudah jadi korban, dirinya bersama Amin dan Lie Li Phin malah dilaporkan ke Polres Ketapang sebelum siap muat.

Selain kerugian akibat pola hitungan yang diterapkan oleh Michael alias Tjoua Khi  Heng itu,  dikatakan Lilis bahwa pembongkaran material di PT. INDAHKIAT Jakarta oleh PT. KSD Batam juga dilakukan malam hari  tanpa disaksikan dirinya, sesuai dalam perjanjian yang ikut mengetahui hasil timbangan terakhir di lapangan.

Lanjut Lilis, “Sebelumnya juga, Michael menyuruh Kasidi alias Ahok  memaksa saya tanda tangan dokumen palsu, Surat Jual Beli ganti nama. Dalam kuitansi tanda terima juga dipaksa ganti nama dari Michael alias Tjoa Khi Heng ke Kasidi alias Ahok, sedangkan dokumen aslinya tidak dibatalkan. Sekarang malah dilaporkan ke Polres dengan tuduhan pasal 372 dan 378. Dimana keadilannya?” tanya Lilis.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, bahwa kasus besi eks. PT. KWI Kabupaten Ketapang diduga sarat dengan rekayasa, beberapa keganjilan muncul setelah fakta persidangan, diantaranya keterangan beberapa saksi yang tidak sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penyidik, bahkan salah satu saksi mengatakan bahwa Penyidiknya salah ketik.  Pada sidang saksi keenam yang digelar di PN Ketapang pada kamis (08/1) telah menghadirkan saksi Jhony  Wiriyanto alias Ati yang merupakan  pemilik awal atau penerima kuasa Direktur PT. KWI Ketapang. keterangan saksi cukup meringankan terdakwa Amin dan Lie Li Phin dalam kasus ini.,  Ati juga setelah disidang sebagai saksi terdakwa Amin dan Lie Li Phin, beberapa saat kemudian disidang kembali sebagai saksi Terdakwa Lilis Tjahaja, didalam kesaksiannya, Ati mengakui bahwa sebelumnya tidak mengenal terdakwa Lilis Tjahaja. Hingga berita ini diturunkan, masih ada beberapa saksi yang akan disidangkan pada senin (12/1) mendatang.

Writer : Suhardi

Editor : Novi

(dibaca 618 X)